Menlu Retno di PBB: Israel Negara Penjajah Palestina, Harus Direspons Seluruh Negara!

Jum'at, 21 Mei 2021 - 13:30 WIB
loading...
Menlu Retno di PBB:...
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi berbicara dalam forum sesi debat Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat. Foto/Kementerian Luar Negeri Indonesia
A A A
NEW YORK CITY - Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi terlibat sesi debat Majelis Umum PBB tentang situasi Timur Tengah dan isu Palestina. Dia mengatakan Israel adalah negara penjajah dan penindas bangsa Palestina yang harus direspons oleh seluruh negara.

Majelis Umum PBB pada Kamis (20/5/2021) waktu New York mengadakan sesi debat pada Sidang Pleno ke-67 yang membahas dua agenda, yaitu agenda 37 mengenai situasi di Timur Tengah dan agenda 38 mengenai isu Palestina.

Baca juga: Membandingkan Israel Menjajah Palestina dengan Belanda Menjajah Indonesia

Menlu Retno bersama 10 Menlu lainnya, yakni dari Palestina, Turki, Pakistan, Arab Saudi, Qatar, Yordania, Kuwait, Maldives, Aljazair dan Tunisia berpartisipasi dalam sesi debat Majelis Umum tersebut.

Menurutnya, terdapat setidaknya 103 negara dan organisasi internasional yang menyampaikan dan akan menyampaikan pandangandalam pertemuan tersebut.

Pertemuan semula dijadwalkan hanya berlangsung satu hari. Namun, karena banyaknya daftar negara yang akan bicara, maka waktunya diperpanjang 1 hari lagi.

Ini adalah pertemuan pertama Sidang Majelis Umum PBB yang dilakukan secara fisik dan dihadiri oleh sejumlah Menlu di masa pandemi COVID-19.

"Hal ini menandai urgensi dan kegentingan perkembangan situasidi Palestina saat ini," kata Retno dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews.com, Jumat (21/5/2021).

"Ini juga disampaikan Menlu Palestina, sahabat saya Riad Malki yaitu kehadiran sejumlah Menlu menunjukkan kesatuan pandangan masyarakat internasional yang menolak agresi Israel di Palestina," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa upaya menggalang dukungan terhadap Palestina terus dilakukan Indonesia bersama dengan negara lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved