Ribuan Migran Berenang dari Maroko ke Spanyol
Rabu, 19 Mei 2021 - 00:32 WIB
Perbatasan darat beberapa mil antara Ceuta dan Maroko memiliki pagar yang tinggi. Ini adalah titik hospot bagi migrasi orang Afrika sub-Sahara yang mencoba memasuki Spanyol, dan Uni Eropa, dalam kelompok.
Ylva Johansson, Komisaris Uni Eropa untuk Urusan Dalam Negeri, menulis di Twitter bahwa ia mengkhawatirkan begitu banyak orang, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak, membahayakan hidup mereka dengan berenang ke Ceuta.
"Yang paling penting sekarang adalah Maroko terus berkomitmen untuk mencegah keberangkatan yang tidak teratur dan mereka yang tidak memiliki hak untuk tinggal akan dikembalikan dengan tertib dan efektif," tambahnya.
Spanyol telah melihat peningkatan migran yang tiba di pantainya dalam beberapa bulan terakhir.
Baca juga: Mengenaskan, Kondisi Terbaru Pusat Penahanan Migran Era Biden
Frontex, Badan Penjaga Perbatasan dan Pantai Eropa, mengatakan bahwa lebih dari 1.000 migran gelap mencapai Kepulauan Canary pada bulan April, tiga kali lipat dari total bulan yang sama tahun lalu.
"Pada periode Januari-April, hampir 4.500 migran gelap tiba di Kepulauan Canary, lebih dari dua kali lipat jumlah total dari periode yang sama tahun 2020. Warga negara dari negara-negara sub-Sahara, kebanyakan mengaku dari Mali dan Maroko, terhitung sebagai yang terbesar dalam jumlah kedatangan," kata Frontex.
Ylva Johansson, Komisaris Uni Eropa untuk Urusan Dalam Negeri, menulis di Twitter bahwa ia mengkhawatirkan begitu banyak orang, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak, membahayakan hidup mereka dengan berenang ke Ceuta.
"Yang paling penting sekarang adalah Maroko terus berkomitmen untuk mencegah keberangkatan yang tidak teratur dan mereka yang tidak memiliki hak untuk tinggal akan dikembalikan dengan tertib dan efektif," tambahnya.
Spanyol telah melihat peningkatan migran yang tiba di pantainya dalam beberapa bulan terakhir.
Baca juga: Mengenaskan, Kondisi Terbaru Pusat Penahanan Migran Era Biden
Frontex, Badan Penjaga Perbatasan dan Pantai Eropa, mengatakan bahwa lebih dari 1.000 migran gelap mencapai Kepulauan Canary pada bulan April, tiga kali lipat dari total bulan yang sama tahun lalu.
"Pada periode Januari-April, hampir 4.500 migran gelap tiba di Kepulauan Canary, lebih dari dua kali lipat jumlah total dari periode yang sama tahun 2020. Warga negara dari negara-negara sub-Sahara, kebanyakan mengaku dari Mali dan Maroko, terhitung sebagai yang terbesar dalam jumlah kedatangan," kata Frontex.
(ian)
Lihat Juga :