Mahasiswa dan Pekerja Asing Kini akan Dipaksa Tinggalkan AS untuk Ajukan Green Card

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:51 WIB
loading...
Mahasiswa dan Pekerja...
AS memperketat syarat mengajukan Green Card. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan setiap warga negara asing di AS yang ingin menyesuaikan status visa mereka sekarang harus meninggalkan negara itu terlebih dahulu, dan kemudian mengajukan permohonan melalui kedutaan AS di luar negeri.

Langkah ini merupakan perubahan kebijakan yang mendalam yang dapat memengaruhi puluhan juta pemegang visa di AS, termasuk mahasiswa internasional, pekerja sementara, pengungsi dengan visa khusus, dan bahkan mereka yang memiliki pasangan warga negara Amerika.

"Kami kembali ke tujuan awal undang-undang untuk memastikan warga negara asing menavigasi sistem imigrasi negara kita dengan benar. Mulai sekarang, warga negara asing yang berada di AS untuk sementara dan menginginkan Green Card harus kembali ke negara asalnya untuk mengajukan permohonan, kecuali dalam keadaan luar biasa," ujar juru bicara Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS (USCIS), Zach Kahler.

Dipahami bahwa kebijakan tersebut berlaku segera, tetapi masih belum jelas apa yang dimaksud dengan "luar biasa". Petugas imigrasi, seperti halnya petugas bea cukai dan perbatasan, secara tradisional diberikan wewenang yang luas untuk bertindak.

“Ketika warga asing mengajukan permohonan dari negara asal mereka, hal itu mengurangi kebutuhan untuk menemukan dan mengusir mereka yang memutuskan untuk bersembunyi dan tetap tinggal di AS secara ilegal setelah permohonan izin tinggal mereka ditolak,” tambahnya.

Namun, mengajukan permohonan dari luar negeri biasanya berarti waktu tunggu yang jauh lebih lama yang dapat berlangsung bertahun-tahun - artinya pelamar akan kehilangan kesempatan kerja yang telah ditawarkan kepada mereka, dan terpisah dari pasangan atau anggota keluarga warga negara AS lainnya.

Dalam beberapa kasus, seperti Rusia, tidak jelas bagaimana mereka akan melanjutkan, mengingat semua layanan visa dan konsuler ditangguhkan.

“Kantor konsuler AS di luar negeri [membebaskan] sumber daya USCIS yang terbatas untuk fokus pada pemrosesan kasus lain yang berada di bawah wewenangnya, termasuk visa untuk korban kejahatan kekerasan dan perdagangan manusia, permohonan naturalisasi, dan prioritas lainnya. Undang-undang ini ditulis seperti ini karena suatu alasan, dan meskipun telah diabaikan selama bertahun-tahun, mengikutinya akan membantu membuat sistem kita lebih adil dan efisien,” jelas Kahler.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Trump Ulang Tahun Ke-80,...
Trump Ulang Tahun Ke-80, Dimeriahkan dengan Laga UFC di Gedung Putih
Rekomendasi
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved