Apakah Israel Coba Sabotase Kesepakatan Nuklir Iran? Ini Kata Analis
Senin, 17 Mei 2021 - 01:00 WIB
Israel, ujarnya, di masa lalu menargetkan infrastruktur nuklir Iran dan tentu saja memiliki sarana untuk memerintahkan intervensi terbaru ini.
Baca: AS: Kesepakatan Nuklir Mungkin jika Iran Buat Keputusan Politik
Insiden Natanz, di sisi lain, tidak boleh dilihat sebagai peristiwa yang terisolasi, melainkan sebagai bagian dari strategi yang jauh lebih besar untuk mengisolasi Iran dan mengarahkan kebijakan Amerika vis-รก-vis Teheran.
"Posisi Israel untuk kembali ke JCPOA memang tanpa kompromi. Kabinet keamanan Israel dilaporkan sangat prihatin tentang kembalinya AS ke JCPOA yang tergesa-gesa di bawah pimpina Joe Biden, yang akan membatasi jejak kaki Israel di wilayah tersebut," ungkapnya.
"Dengan kekhawatiran Israel yang sebagian besar tidak didengar di Washington, yang mencari dorongan baru untuk mengisi ulang negosiasi, kemungkinan keterlibatan Israel di Natanz tampaknya terlalu tinggi," sambungnya.
Baca: Diplomat dari Lima Negara, Tanpa AS, Lanjutkan Perundingan Nuklir Iran
Dia mengatakan, keinginan Israel untuk melihat proses menghidupkan kembali kesepakatan nuklir untuk menemui kegagalan seharusnya tidak mengherankan. Mengingat bahwa Israel telah dikesampingkan oleh AS dan direduksi menjadi penonton belaka dalam negosiasi Washington dengan Teheran.
Baca: AS: Kesepakatan Nuklir Mungkin jika Iran Buat Keputusan Politik
Insiden Natanz, di sisi lain, tidak boleh dilihat sebagai peristiwa yang terisolasi, melainkan sebagai bagian dari strategi yang jauh lebih besar untuk mengisolasi Iran dan mengarahkan kebijakan Amerika vis-รก-vis Teheran.
"Posisi Israel untuk kembali ke JCPOA memang tanpa kompromi. Kabinet keamanan Israel dilaporkan sangat prihatin tentang kembalinya AS ke JCPOA yang tergesa-gesa di bawah pimpina Joe Biden, yang akan membatasi jejak kaki Israel di wilayah tersebut," ungkapnya.
"Dengan kekhawatiran Israel yang sebagian besar tidak didengar di Washington, yang mencari dorongan baru untuk mengisi ulang negosiasi, kemungkinan keterlibatan Israel di Natanz tampaknya terlalu tinggi," sambungnya.
Baca: Diplomat dari Lima Negara, Tanpa AS, Lanjutkan Perundingan Nuklir Iran
Dia mengatakan, keinginan Israel untuk melihat proses menghidupkan kembali kesepakatan nuklir untuk menemui kegagalan seharusnya tidak mengherankan. Mengingat bahwa Israel telah dikesampingkan oleh AS dan direduksi menjadi penonton belaka dalam negosiasi Washington dengan Teheran.
Lihat Juga :