Erdogan kepada Putin: Israel Harus Diberi Pelajaran

Kamis, 13 Mei 2021 - 19:47 WIB
Itu terjadi setelah 10 aktivis Turki pro-Palestina dibunuh oleh pasukan komando Israel yang menaiki kapal milik Turki, Mavi Marmara, yang merupakan bagian dari armada yang mencoba mengirimkan bantuan dan mematahkan blokade maritim Israel selama setahun di Gaza.

Blokade Israel di Jalur Gaza yang diduduki telah dilakukan sejak Juni 2007, ketika Israel memberlakukan blokade darat, laut, dan udara di daerah tersebut.

Baca juga: Erdogan Kecam Israel: Serangan terhadap Masjid Al-Aqsa Adalah Serangan terhadap Kami

Mereka memulihkan hubungan pada 2016, tetapi hubungan memburuk lagi pada 2018.

Pada Mei tahun itu, Ankara menarik utusannya karena serangan mematikan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza yang terkepung yang memprotes keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memindahkan kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Erdogan dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kerap terlibat perang kata-kata, tetapi kedua negara terus berdagang satu sama lain.

Pada Agustus tahun ini, Israel menuduh Turki memberikan paspor kepada belasan anggota Hamas di Istanbul, menggambarkan langkah tersebut sebagai langkah yang sangat tidak ramah yang akan dilakukan pemerintahnya dengan pejabat Turki.

Baca juga: Turki Tuding Israel Provokasi Bentrokan di Al-Aqsa
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!