Pertemuan DK PBB Panas, AS Sebut Rusia dan China Pemicu Kekacauan Global
Sabtu, 08 Mei 2021 - 07:39 WIB
"Pemerintah Amerika menyerukan pembentukan klub minat khusus baru atas dasar ideologi terbuka, yang selanjutnya dapat memperburuk ketegangan internasional dan menarik garis pemisah di dunia," kata Lavrov, menurut The Wall Street Journal.
"Daftar negara demokrasi yang diundang ke KTT ini pasti akan dibuat oleh AS sendiri," ia menambahkan.
Baik China dan Rusia juga mengkritik sanksi yang baru-baru ini dijatuhkan oleh AS.
Perang kata-kata ini terjadi ketika hubungan antara tiga kekuatan global tersebut telah mencapai titik terendah. Presiden Joe Biden telah menjadikan tantangan kedua negara di panggung global sebagai prioritas utama, menggambarkannya sebagai bagian dari pertarungan yang lebih luas antara demokrasi dan otokrasi.
Baca juga: G7 Sebut China sebagai Pengganggu dan Rusia Penjahat
Dalam pidato pertamanya di depan Kongres pada 28 April lalu, Biden mengatakan AS berada dalam persaingan dengan China dan negara lain untuk memenangkan abad ke-21, menyebutnya sebagai titik perubahan besar dalam sejarah.
"Daftar negara demokrasi yang diundang ke KTT ini pasti akan dibuat oleh AS sendiri," ia menambahkan.
Baik China dan Rusia juga mengkritik sanksi yang baru-baru ini dijatuhkan oleh AS.
Perang kata-kata ini terjadi ketika hubungan antara tiga kekuatan global tersebut telah mencapai titik terendah. Presiden Joe Biden telah menjadikan tantangan kedua negara di panggung global sebagai prioritas utama, menggambarkannya sebagai bagian dari pertarungan yang lebih luas antara demokrasi dan otokrasi.
Baca juga: G7 Sebut China sebagai Pengganggu dan Rusia Penjahat
Dalam pidato pertamanya di depan Kongres pada 28 April lalu, Biden mengatakan AS berada dalam persaingan dengan China dan negara lain untuk memenangkan abad ke-21, menyebutnya sebagai titik perubahan besar dalam sejarah.
(ian)
Lihat Juga :