Australia Bantu Selidiki Serangan Bom pada Mantan Presiden Maladewa

Jum'at, 07 Mei 2021 - 15:57 WIB
Baca juga: Putra Mahkota MBS Angkat Bicara soal Wahhabisme di Arab Saudi

Dia memenangkan pemilu multi partai pada 2008 tetapi digulingkan dalam kudeta empat tahun kemudian.

Nasheed saat ini menjabat sebagai ketua parlemen, yang merupakan posisi terkuat kedua di negara Samudra Hindia itu.

Presiden Maladewa Ibrahim Solih menggambarkan ledakan itu sebagai "serangan terhadap demokrasi dan ekonomi Maladewa."

Ledakan itu terjadi pada 20:39 waktu setempat, tepat sebelum jam malam diberlakukan di ibu kota sebagai bagian dari tindakan mengatasi penyebaran virus corona.

Ali Azim, anggota parlemen dari Partai Demokrat Maladewa (MDP), mengatakan kepada BBC bahwa ledakan itu tampaknya merupakan "serangan yang ditargetkan terhadap Nasheed".

Namun, tidak ada yang mengklaim serangan itu dan tidak ada laporan penangkapan.

Rumah sakit yang merawat Nasheed mengatakan dia menderita banyak luka tetapi dalam kondisi stabil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!