Putra Mahkota: Kami Hampir Mencapai Tujuan Visi Arab Saudi sebelum 2030
Rabu, 28 April 2021 - 09:50 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad Bin Salman. Foto/Saudi gazette
JEDDAH - Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad Bin Salman (MBS) mengatakan Visi Arab Saudi 2030 akan mencapai banyak tujuannya sebelum 2030.
Dalam wawancara dengan televisi lokal Saudi, Putra Mahkota meninjau Visi 2030 yang bertujuan mendiversifikasi ekonomi Arab Saudi dari ketergantungan minyak.
Berbicara dalam Al-Mudaifer Show untuk menandai ulang tahun kelima program reformasi, Putra Mahkota sepenuhnya mengesampingkan rencana mengenakan pajak penghasilan di Kerajaan.
Baca juga: Lebanon Berperang Melawan Serbuan Belalang, Tentara Dikerahkan
“Tidak akan ada pajak penghasilan sama sekali di Arab Saudi,” ujar dia.
Baca juga: Tegang dengan AS, Turki Didesak Aktifkan Sistem Rudal S-400 Rusia
Putra Mahkota menegaskan batas maksimum pajak pertambahan nilai (PPN) adalah 15% untuk jangka waktu 5 tahun, yang merupakan keputusan sementara.
Baca juga: Demo Terjadi di Turki, Minta Usir Pasukan AS dari Pangkalan Incirlik
Pangeran Muhammed Bin Salman mengungkapkan saham Aramco akan dijual kepada investor asing selama satu atau dua tahun ke depan.
Dia menjelaskan Aramco memiliki peluang menjadi salah satu perusahaan industri terbesar di dunia, dan saat ini sedang dibahas untuk menjual 1% saham Aramco kepada investor asing.
Putra Mahkota mengatakan minyak melayani Arab Saudi dan Kerajaan ada sebelum penemuan minyak, yang masih merupakan bagian penting dari pendapatan, namun, Visi 2030 diluncurkan untuk mencapai ambisi untuk ekonomi yang lebih kuat dan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Saudi dengan memperkuat ekonomi dengan dana dan investasi.
Dalam wawancara dengan televisi lokal Saudi, Putra Mahkota meninjau Visi 2030 yang bertujuan mendiversifikasi ekonomi Arab Saudi dari ketergantungan minyak.
Berbicara dalam Al-Mudaifer Show untuk menandai ulang tahun kelima program reformasi, Putra Mahkota sepenuhnya mengesampingkan rencana mengenakan pajak penghasilan di Kerajaan.
Baca juga: Lebanon Berperang Melawan Serbuan Belalang, Tentara Dikerahkan
“Tidak akan ada pajak penghasilan sama sekali di Arab Saudi,” ujar dia.
Baca juga: Tegang dengan AS, Turki Didesak Aktifkan Sistem Rudal S-400 Rusia
Putra Mahkota menegaskan batas maksimum pajak pertambahan nilai (PPN) adalah 15% untuk jangka waktu 5 tahun, yang merupakan keputusan sementara.
Baca juga: Demo Terjadi di Turki, Minta Usir Pasukan AS dari Pangkalan Incirlik
Pangeran Muhammed Bin Salman mengungkapkan saham Aramco akan dijual kepada investor asing selama satu atau dua tahun ke depan.
Dia menjelaskan Aramco memiliki peluang menjadi salah satu perusahaan industri terbesar di dunia, dan saat ini sedang dibahas untuk menjual 1% saham Aramco kepada investor asing.
Putra Mahkota mengatakan minyak melayani Arab Saudi dan Kerajaan ada sebelum penemuan minyak, yang masih merupakan bagian penting dari pendapatan, namun, Visi 2030 diluncurkan untuk mencapai ambisi untuk ekonomi yang lebih kuat dan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Saudi dengan memperkuat ekonomi dengan dana dan investasi.
Lihat Juga :