Putra Mahkota: Kami Hampir Mencapai Tujuan Visi Arab Saudi sebelum 2030
Rabu, 28 April 2021 - 09:50 WIB
Selain mendorong pihak swasta menjadi fasilitator utama dalam mencapai tujuan visi tersebut, dia mengungkapkan diskusi dengan 30 perusahaan Saudi dalam program "Shareek".
Dia menekankan minatnya terletak pada pencapaian pertumbuhan bangsa Saudi dan kepuasan warga sejalan dengan Visi 2030.
Putra Mahkota menunjukkan Dana Investasi Publik (PIF) bertujuan tumbuh menjadi dana yang sangat besar, sehingga keuntungannya tidak akan ditransfer ke anggaran negara.
Ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan ukuran dana lebih dari 200% dalam lima tahun ke depan.
“PIF adalah barel minyak baru Kerajaan, dan target dari dana tersebut adalah untuk terus berkembang,” ungkap Putra Mahkota.
Dia menjelaskan, pembentukan dana investasi untuk perusahaan "Roshen" yang bertujuan menaikkan tingkat pengembangan real estate di Kerajaan dan akan menyediakan satu juta unit rumah.
Putra Mahkota Saudi menjelaskan perincian terkait visi yang diluncurkan Kerajaan pada 2016, termasuk mengembangkan kebijakan perumahan, mengembangkan undang-undang, dan memastikan peningkatan kontribusi sektor swasta terhadap ekonomi Kerajaan, meninjau angka-angka ekonomi yang berpengaruh, terutama kenaikan dalam Indeks Pasar Saham Saudi (Tadawul).
Putra Mahkota membenarkan bahwa pengangguran sebelum visi adalah 14% dan ada rencana menguranginya menjadi 11% tahun ini.
“Angka tersebut akan terus turun hingga stabil pada tingkat alami antara 7% hingga 4%,” ujar dia menjelaskan target sektor pariwisata mencakup 3 juta pekerjaan baru hingga 2030.
Berkenaan dengan tingkat pendidikan di Kerajaan, Putra Mahkota menilai pendidikan di Arab Saudi saat ini tidak buruk dan "visi tersebut bertujuan memiliki 3 universitas dari 200 universitas terpenting di dunia", yang menunjukkan sumber daya pendidikan menjadi terbuka dan fokusnya pada rencana pengembangan keterampilan.
Mengenai kesehatan, Pangeran Muhammed Bin Salman mengatakan program transformasi di bidang kesehatan akan membuat perubahan besar pada tingkat pelayanan.
Berbicara tentang Riyadh, dia mengatakan kota itu direncanakan dengan baik oleh Raja Salman, dan itu adalah salah satu kota terbaik dengan infrastruktur, dibandingkan dengan kota-kota global dengan populasi lebih dari 5 juta.
Dia menekankan minatnya terletak pada pencapaian pertumbuhan bangsa Saudi dan kepuasan warga sejalan dengan Visi 2030.
Putra Mahkota menunjukkan Dana Investasi Publik (PIF) bertujuan tumbuh menjadi dana yang sangat besar, sehingga keuntungannya tidak akan ditransfer ke anggaran negara.
Ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan ukuran dana lebih dari 200% dalam lima tahun ke depan.
“PIF adalah barel minyak baru Kerajaan, dan target dari dana tersebut adalah untuk terus berkembang,” ungkap Putra Mahkota.
Dia menjelaskan, pembentukan dana investasi untuk perusahaan "Roshen" yang bertujuan menaikkan tingkat pengembangan real estate di Kerajaan dan akan menyediakan satu juta unit rumah.
Putra Mahkota Saudi menjelaskan perincian terkait visi yang diluncurkan Kerajaan pada 2016, termasuk mengembangkan kebijakan perumahan, mengembangkan undang-undang, dan memastikan peningkatan kontribusi sektor swasta terhadap ekonomi Kerajaan, meninjau angka-angka ekonomi yang berpengaruh, terutama kenaikan dalam Indeks Pasar Saham Saudi (Tadawul).
Putra Mahkota membenarkan bahwa pengangguran sebelum visi adalah 14% dan ada rencana menguranginya menjadi 11% tahun ini.
“Angka tersebut akan terus turun hingga stabil pada tingkat alami antara 7% hingga 4%,” ujar dia menjelaskan target sektor pariwisata mencakup 3 juta pekerjaan baru hingga 2030.
Berkenaan dengan tingkat pendidikan di Kerajaan, Putra Mahkota menilai pendidikan di Arab Saudi saat ini tidak buruk dan "visi tersebut bertujuan memiliki 3 universitas dari 200 universitas terpenting di dunia", yang menunjukkan sumber daya pendidikan menjadi terbuka dan fokusnya pada rencana pengembangan keterampilan.
Mengenai kesehatan, Pangeran Muhammed Bin Salman mengatakan program transformasi di bidang kesehatan akan membuat perubahan besar pada tingkat pelayanan.
Berbicara tentang Riyadh, dia mengatakan kota itu direncanakan dengan baik oleh Raja Salman, dan itu adalah salah satu kota terbaik dengan infrastruktur, dibandingkan dengan kota-kota global dengan populasi lebih dari 5 juta.
Lihat Juga :