Flu Spanyol Bunuh 50 Juta Jiwa pada 1918, Jangan Terulang pada Covid-19
Sabtu, 18 April 2020 - 22:04 WIB
Pelajaran terpenting adalah jangan mencabut kebijakan social distancing terlalu cepat. “Selama pandemi flu Spanyol, orang menghentikan social distancing terlalu dini, sehingga memicu gelombang kedua infeksi yang lebih mematikan dibandingkan yang pertama,” papar para pakar epidemiologis.
Faktanya, satu acara besar pada akhir gelombang pertama pandemi 1918 memicu munculnya gelombang kedua yang lebih mematikan.
Di San Francisco, saat jumlah kasus flu Spanyol turun hampir nol, para pemimpin kota itu menyatakan, “mari buka kota. Mari gelar parade besar di pusat kota. Kita akan melepas masker kita bersama,” ujar epidemiologis Dr Larry Brilliant.
“Dua bulan kemudian, karena acara itu, wabah influenza itu kembali muncul,” papar dia, dilansir CNN.
Di Philadelphia, kondisi serupa terjadi. Meski 600 pelaut dari Angkatan Laut terkena flu Spanyol pada September 1918, kota itu tidak membatalkan parade pada 28 September 1918.
Tiga hari kemudian, Philadelphia memiliki 635 kasus baru flu Spanyol. “Dengan cepat, Philadelphia menjadi kota dengan korban tewas tertinggi di AS,” ungkap laporan Pusat Arsip dan Catatan Universitas Pennsylvania.
Faktanya, satu acara besar pada akhir gelombang pertama pandemi 1918 memicu munculnya gelombang kedua yang lebih mematikan.
Di San Francisco, saat jumlah kasus flu Spanyol turun hampir nol, para pemimpin kota itu menyatakan, “mari buka kota. Mari gelar parade besar di pusat kota. Kita akan melepas masker kita bersama,” ujar epidemiologis Dr Larry Brilliant.
“Dua bulan kemudian, karena acara itu, wabah influenza itu kembali muncul,” papar dia, dilansir CNN.
Di Philadelphia, kondisi serupa terjadi. Meski 600 pelaut dari Angkatan Laut terkena flu Spanyol pada September 1918, kota itu tidak membatalkan parade pada 28 September 1918.
Tiga hari kemudian, Philadelphia memiliki 635 kasus baru flu Spanyol. “Dengan cepat, Philadelphia menjadi kota dengan korban tewas tertinggi di AS,” ungkap laporan Pusat Arsip dan Catatan Universitas Pennsylvania.
Lihat Juga :