Ukraina Adukan Pengerahan Pasukan Rusia ke AS, Ini Respons Kremlin
Jum'at, 02 April 2021 - 15:53 WIB
Beberapa pengamat mengatakan penumpukan pasukan Rusia yang dilaporkan adalah ujian bagi pemerintahan Presiden AS Joe Biden. Presiden baru Amerika itu telah memicu keributan di Moskow bulan lalu dengan menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai "pembunuh."
Minggu ini, Moskow dan Kiev saling menyalahkan atas meningkatnya kekerasan antara pasukan pemerintah dan separatis pro-Rusia di Ukraina timur, yang telah merusak gencatan senjata.
Zelensky mengatakan 20 tentara Ukraina telah tewas dan 57 luka-luka sejak awal tahun ini.
Secara terpisah, militer Kiev mengumumkan bahwa seorang tentara Ukraina telah terluka dalam serangan yang dituduhkan pada separatis.
Kementerian Pertahanan Ukraina mengonfirmasi bahwa Menhan AS Austin sudah menelepon Menhan Ukraina Andriy Taran untuk membahas situasi di Ukraina timur.
"Austin mengatakan selama panggilan telepon bahwa Washington tidak akan meninggalkan Ukraina sendirian jika terjadi peningkatan agresi Rusia," kata kementerian itu.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba juga berbicara dengan Menteri Luar Negeri Kanada Marc Garneau soal sepak terjang pasukan Federasi Rusia yang mengusik situasi keamanan di pebatasan Ukraina.
Intelijen militer Ukraina menuduh Rusia bersiap untuk memperluas kehadiran militernya di wilayah timur Donetsk dan Lugansk yang dikuasai separatis.
Dalam sebuah pernyataan, dinas intelijen mengatakan "tidak mengesampingkan" upaya pasukan Rusia untuk bergerak jauh ke dalam wilayah Ukraina.
Minggu ini, Moskow dan Kiev saling menyalahkan atas meningkatnya kekerasan antara pasukan pemerintah dan separatis pro-Rusia di Ukraina timur, yang telah merusak gencatan senjata.
Zelensky mengatakan 20 tentara Ukraina telah tewas dan 57 luka-luka sejak awal tahun ini.
Secara terpisah, militer Kiev mengumumkan bahwa seorang tentara Ukraina telah terluka dalam serangan yang dituduhkan pada separatis.
Kementerian Pertahanan Ukraina mengonfirmasi bahwa Menhan AS Austin sudah menelepon Menhan Ukraina Andriy Taran untuk membahas situasi di Ukraina timur.
"Austin mengatakan selama panggilan telepon bahwa Washington tidak akan meninggalkan Ukraina sendirian jika terjadi peningkatan agresi Rusia," kata kementerian itu.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba juga berbicara dengan Menteri Luar Negeri Kanada Marc Garneau soal sepak terjang pasukan Federasi Rusia yang mengusik situasi keamanan di pebatasan Ukraina.
Intelijen militer Ukraina menuduh Rusia bersiap untuk memperluas kehadiran militernya di wilayah timur Donetsk dan Lugansk yang dikuasai separatis.
Dalam sebuah pernyataan, dinas intelijen mengatakan "tidak mengesampingkan" upaya pasukan Rusia untuk bergerak jauh ke dalam wilayah Ukraina.
Lihat Juga :