Utusan Khusus PBB Desak DK Bertindak Hentikan Pembantaian di Myanmar
Kamis, 01 April 2021 - 11:31 WIB
Setidaknya 521 warga sipil telah tewas dalam protes terhadap kudeta tersebut, 141 dari mereka tewas pada hari Sabtu pekan lalu. Baca juga: Makin Kacau, AS Pulangkan Staf Kedubes yang Tidak Penting dari Myanmar
Pertempuran juga terjadi antara tentara dan pemberontak etnis minoritas di daerah perbatasan. Pengungsi yang melarikan diri dari kekacauan mencari keamanan di negara tetangga.
DK PBB sendiri sejauh ini telah mengeluarkan dua pernyataan yang menyatakan keprihatinan dan mengutuk kekerasan terhadap pengunjuk rasa.Baca juga: Sebut Situasi Myanmar Tragedi, Menlu Singapura: Butuh Waktu Mengatasinya
Tetapi, badan terkuat di PBB itu menarik kata-kata soal kecaman terhadap kudeta dan ancaman kemungkinan tindakan lebih lanjut karena ditentang oleh China, Rusia, India dan juga Vietnam.
Pertempuran juga terjadi antara tentara dan pemberontak etnis minoritas di daerah perbatasan. Pengungsi yang melarikan diri dari kekacauan mencari keamanan di negara tetangga.
DK PBB sendiri sejauh ini telah mengeluarkan dua pernyataan yang menyatakan keprihatinan dan mengutuk kekerasan terhadap pengunjuk rasa.Baca juga: Sebut Situasi Myanmar Tragedi, Menlu Singapura: Butuh Waktu Mengatasinya
Tetapi, badan terkuat di PBB itu menarik kata-kata soal kecaman terhadap kudeta dan ancaman kemungkinan tindakan lebih lanjut karena ditentang oleh China, Rusia, India dan juga Vietnam.
(esn)
Lihat Juga :