Utusan Khusus PBB Desak DK Bertindak Hentikan Pembantaian di Myanmar
Kamis, 01 April 2021 - 11:31 WIB
Utusan khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener menuturkan junta tidak mampu mengelola negara dan memperingatkan situasi di lapangan hanya akan memburuk. Foto/REUTERS
NEW YORK - Utusan khusus PBB untuk Myanmar , Christine Schraner Burgener mengatakan pada sesi Dewan Keamanan PBB bahwa "pertumpahan darah akan segera terjadi" karena tindakan keras militer terhadap pengunjuk rasa anti-kudeta. Burgener mendesak DK PBB untuk segera bertindak, untuk menghentikan hal ini.
Burgener mengatakan bahwa militer yang merebut kekuasaan di Myanmar pada 1 Februari tidak mampu mengelola negara itu dan memperingatkan situasi di lapangan hanya akan memburuk.
"Pertimbangkan semua alat yang tersedia untuk mengambil tindakan kolektif dan melakukan apa yang benar, apa yang layak diterima rakyat Myanmar dan mencegah bencana multidimensi di jantung Asia," katanya dalam pertemuan itu.
"Dewan (Keamanan) harus mempertimbangkan tindakan yang berpotensi signifikan untuk membalik jalannya peristiwa karena pertumpahan darah sudah dekat," sambungnya, seperti dilansir Reuters pad Kamis (1/4/2021).
Burgener mengatakan bahwa militer yang merebut kekuasaan di Myanmar pada 1 Februari tidak mampu mengelola negara itu dan memperingatkan situasi di lapangan hanya akan memburuk.
"Pertimbangkan semua alat yang tersedia untuk mengambil tindakan kolektif dan melakukan apa yang benar, apa yang layak diterima rakyat Myanmar dan mencegah bencana multidimensi di jantung Asia," katanya dalam pertemuan itu.
"Dewan (Keamanan) harus mempertimbangkan tindakan yang berpotensi signifikan untuk membalik jalannya peristiwa karena pertumpahan darah sudah dekat," sambungnya, seperti dilansir Reuters pad Kamis (1/4/2021).
Lihat Juga :