Jenderal Min Aung Hlaing Sang Bos Junta Myanmar: Rusia Teman Sejati

Sabtu, 27 Maret 2021 - 18:39 WIB
"Para jenderal militer merayakan Hari Angkatan Bersenjata setelah mereka baru saja membunuh lebih dari 300 warga sipil tak berdosa," katanya, memberikan perkiraan kasar jumlah korban sejak protes pertama meletus beberapa minggu lalu.

Baca juga: Pria Ini Habisi Pacar karena Payudaranya Tak Sengaja Terlihat di Pesta

Menurut Myanmar Now, total 50 pengunjuk rasa tewas di tangan pasukan keamanan Myanmar pada hari ini. Kematian itu terjadi di berbagai lokasi, termasuk di pinggiran kota Yangon Dala, Sagaing dekat Mandalay, kota Lashio timur, di wilayah Bago, dekat Yangon, dan tempat lain.

Hingga kemarin malam, menurut kelompok aktivis Asosiasi Pembantu Narapidana Politik (AAPP), sedikitnya 328 pengunjuk rasa tewas dalam pekan-pekan kerusuhan di negara itu. Datanya menunjukkan bahwa sekitar seperempat dari mereka tewas akibat tembakan di kepala, menimbulkan kecurigaan bahwa mereka menjadi sasaran pembunuhan.

SINDOnews.com tidak dapat memverifikasi secara independen jumlah korban tewas. Seorang juru bicara militer tidak menanggapi panggilan telepon untuk dimintai komentar.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!