Myanmar Dilanda Pertumpahan Darah, 1.000 Orang Lebih Kabur ke India

Sabtu, 20 Maret 2021 - 09:51 WIB
Kelompok aktivis mengatakan setidaknya 234 orang telah terbunuh sejak kudeta 1 Februari dimulai dan ribuan lainnya telah ditahan.

Militer Myanmar mengatakan bahwa mereka hanya menggunakan kekuatan bila diperlukan. Militer juga membela pengambilalihan kekuasaan oleh mereka, dengan mengatakan tuduhan kecurangan dalam pemilu 8 November yang dimenangkan telak oleh partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD)—partainya Suu Kyi—diabaikan oleh komisi pemilu.

Meskipun sejumlah polisi Myanmar dan keluarga mereka awalnya menyeberang karena menolak untuk mematuhi perintah untuk membubarkan protes pro-demokrasi, Vanlalvena mengatakan bahwa lebih banyak orang meninggalkan Negara Bagian Chin, Myanmar, karena kerusuhan yang berkembang dan memasuki Mizoram.

“Kebanyakan dari mereka adalah warga sipil,” katanya. "Jumlah (dari anggota) polisi tidak meningkat."

Baca juga: ASEAN Didesak Tinggalkan Doktrin Non-Intervensi demi Menolong Myanmar

Seorang juru bicara junta militer tidak menjawab panggilan telepon yang meminta komentar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!