Kejahatan Anti Asia di AS Melonjak, China Geram Sekaligus Sedih

Jum'at, 19 Maret 2021 - 05:39 WIB
Baca juga: AS Sebut Genosida Uighur Jadi Salah Satu Topik Pembicaraan dengan China

Sementara terkait kebijakan China di Xinjiang yang akan menjadi salah satu permasalahan yang akan dibicarakan di Alaska, Zhao sekali lagi membelanya.

"Apa yang disebut tuduhan 'kerja paksa', 'sterilisasi paksa' dan 'pelanggaran hak asasi manusia' di Xinjiang adalah kebohongan mengerikan yang sengaja dibuat dan disebarkan oleh beberapa 'akademisi' dan institusi dengan motif tersembunyi," katanya.

"Mereka menentang semua rasa keadilan dan moralitas dan telah memicu kemarahan yang kuat di antara orang-orang China. Siapa pun yang ingin menghormati dan mengenal China, siapa pun yang bebas dari niat jahat atau bias terhadap Xinjiang, harus tetap waspada dan menolak kebohongan yang tidak masuk akal seperti itu," tukasnya.

Saat AS dan Uni Eropa mempertimbangkan untuk mengambil tindakan terhadap China atas dugaan pelanggaran ini, Zhao berpendapat bahwa masalah yang berkaitan dengan Xinjiang adalah "murni urusan dalam negeri China".

Baca juga: Uni Eropa Setujui Sanksi China, Pertama dalam Tiga Dekade
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!