Bantai Demonstran dengan Peluru, AS: Militer Myanmar Tak Bermoral
Selasa, 16 Maret 2021 - 10:27 WIB
“Taktik ini adalah pengingat bahwa militer Burma melakukan kudeta ini untuk keuntungan egois mereka sendiri dan bukan untuk mewakili keinginan rakyat," ujarnya, seperti dikutip Reuters,Selasa (16/3/2021).
Pada Minggu malam, 38 pengunjuk rasa tewas di Hlaingthaya dan lokasi lain di Yangon akibat kekerasan oleh pasukan keamanan junta setelah para demonstran antikudeta menyerang pabrik-pabrik China di negara itu. Seorang polisi Myanmar juga tewas dalam insiden itu.
Aset-aset China di Myanmar jadi sasaran amukan para demonstran setelah Beijing dianggap terlalu meremehkan kudeta militer di negara Asia Tenggara itu.
Kedutaan Besar China di Myanmar mengatakan banyak staf mereka terluka dan terperangkap dalam serangan pembakaran oleh penyerang tak dikenal di pabrik garmen di Hlaingthaya. Beijing telah meminta Myanmar untuk melindungi properti dan warga China.
Media lokal melaporkan ketika asap membubung dari kawasan industri, pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa di pinggiran kota yang merupakan rumah bagi para migran dari seluruh negeri.
Pada Minggu malam, 38 pengunjuk rasa tewas di Hlaingthaya dan lokasi lain di Yangon akibat kekerasan oleh pasukan keamanan junta setelah para demonstran antikudeta menyerang pabrik-pabrik China di negara itu. Seorang polisi Myanmar juga tewas dalam insiden itu.
Aset-aset China di Myanmar jadi sasaran amukan para demonstran setelah Beijing dianggap terlalu meremehkan kudeta militer di negara Asia Tenggara itu.
Kedutaan Besar China di Myanmar mengatakan banyak staf mereka terluka dan terperangkap dalam serangan pembakaran oleh penyerang tak dikenal di pabrik garmen di Hlaingthaya. Beijing telah meminta Myanmar untuk melindungi properti dan warga China.
Media lokal melaporkan ketika asap membubung dari kawasan industri, pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa di pinggiran kota yang merupakan rumah bagi para migran dari seluruh negeri.
Lihat Juga :