Demo Anti-China Mengerikan di Myanmar, Korban Tewas Jadi 39 Orang
Senin, 15 Maret 2021 - 09:58 WIB
Dokter Sasa, perwakilan anggota parlemen terpilih dari majelis yang digulingkan oleh tentara, menyuarakan solidaritas dengan rakyat Hlaingthaya.
"Pelaku, penyerang, musuh rakyat Myanmar, SAC (Dewan Administrasi Negara) yang jahat akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap tetes darah yang tertumpah," katanya dalam pesan tertulis.
Menurut AAPP, kematian terbaru itu akan menambah jumlah korban dari protes antikudeta menjadi 126 orang. Lebih dari 2.150 orang telah ditahan pada hari Sabtu. Lebih dari 300 telah dibebaskan.
China Desak Myanmar Bertindak
Kedutaan Besar China menggambarkan situasinya sebagai "sangat parah" setelah serangan terhadap pabrik-pabrik yang didanai China. Kedutaan tidak membuat pernyataan tentang pembunuhan itu.
Baca juga: Bisakah Indonesia Gunakan Myanmar untuk Seimbangkan AS dan China?
"China mendesak Myanmar untuk mengambil langkah efektif lebih lanjut untuk menghentikan semua tindakan kekerasan, menghukum pelaku sesuai dengan hukum dan menjamin keselamatan jiwa dan properti perusahaan dan personel China di Myanmar," kata kedutaaan dalam sebuah pernyataan.
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pembakaran sekitr 10 pabrik China.
Halaman Facebook Kedutaan China dibombardir dengan komentar negatif dalam bahasa Myanmar dan lebih dari setengah reaksi—lebih dari 29.000—menggunakan emoji wajah tertawa.
Sentimen anti-China telah meningkat sejak kudeta yang menjerumuskan Myanmar ke dalam kekacauan, dengan penentang pengambilalihan militer mencatat kecaman diam-diam Beijing dibandingkan dengan kecaman Barat.
Pemimpin protes Ei Thinzar Maung mem-posting di Facebook bahwa hanya dua pabrik yang dibakar untuk saat ini, bukan sepuluh seperti yang diklaim Beijing.
"Pelaku, penyerang, musuh rakyat Myanmar, SAC (Dewan Administrasi Negara) yang jahat akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap tetes darah yang tertumpah," katanya dalam pesan tertulis.
Menurut AAPP, kematian terbaru itu akan menambah jumlah korban dari protes antikudeta menjadi 126 orang. Lebih dari 2.150 orang telah ditahan pada hari Sabtu. Lebih dari 300 telah dibebaskan.
China Desak Myanmar Bertindak
Kedutaan Besar China menggambarkan situasinya sebagai "sangat parah" setelah serangan terhadap pabrik-pabrik yang didanai China. Kedutaan tidak membuat pernyataan tentang pembunuhan itu.
Baca juga: Bisakah Indonesia Gunakan Myanmar untuk Seimbangkan AS dan China?
"China mendesak Myanmar untuk mengambil langkah efektif lebih lanjut untuk menghentikan semua tindakan kekerasan, menghukum pelaku sesuai dengan hukum dan menjamin keselamatan jiwa dan properti perusahaan dan personel China di Myanmar," kata kedutaaan dalam sebuah pernyataan.
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pembakaran sekitr 10 pabrik China.
Halaman Facebook Kedutaan China dibombardir dengan komentar negatif dalam bahasa Myanmar dan lebih dari setengah reaksi—lebih dari 29.000—menggunakan emoji wajah tertawa.
Sentimen anti-China telah meningkat sejak kudeta yang menjerumuskan Myanmar ke dalam kekacauan, dengan penentang pengambilalihan militer mencatat kecaman diam-diam Beijing dibandingkan dengan kecaman Barat.
Pemimpin protes Ei Thinzar Maung mem-posting di Facebook bahwa hanya dua pabrik yang dibakar untuk saat ini, bukan sepuluh seperti yang diklaim Beijing.
Lihat Juga :