Eks Panglima AD Inggris: Rusia Menertawakan Kami, AS Geleng-geleng Kepala
Senin, 15 Maret 2021 - 06:10 WIB
“Ketika Angkatan Darat berada pada kekuatan 101.800 [tentara] hingga 2010 kami mampu melakukan dua operasi secara bersamaan di Irak dan Afghanistan,” imbuh dia. "Hari ini, itu tidak mungkin terjadi.”
“Selain itu, kekurangan dana dari program peralatan Angkatan Darat berarti kemampuan kami untuk membentuk divisi perang berada di antara sangat rendah dan tidak ada,” paparnya.
Baca juga: Pengakuan Tentara AS Menangis saat Dihujani Rudal-rudal Iran
Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan, “November lalu, Perdana Menteri mengumumkan peningkatan terbesar untuk pengeluaran pertahanan sejak Perang Dingin.”
“Saat ancaman berubah, kekuatan kita harus berubah dan mereka dirancang ulang untuk menghadapi ancaman di masa depan,” katanya.
“Angkatan Bersenjata akan memiliki staf lengkap dan diperlengkapi untuk menghadapi ancaman tersebut,” lanjut dia.
"Tetapi Tinjauan Terpadu belum dipublikasikan dan pelaporan semacam itu hanyalah spekulasi pada tahap ini,” sambung dia menanggapi analisis Dannatt.
“Selain itu, kekurangan dana dari program peralatan Angkatan Darat berarti kemampuan kami untuk membentuk divisi perang berada di antara sangat rendah dan tidak ada,” paparnya.
Baca juga: Pengakuan Tentara AS Menangis saat Dihujani Rudal-rudal Iran
Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan, “November lalu, Perdana Menteri mengumumkan peningkatan terbesar untuk pengeluaran pertahanan sejak Perang Dingin.”
“Saat ancaman berubah, kekuatan kita harus berubah dan mereka dirancang ulang untuk menghadapi ancaman di masa depan,” katanya.
“Angkatan Bersenjata akan memiliki staf lengkap dan diperlengkapi untuk menghadapi ancaman tersebut,” lanjut dia.
"Tetapi Tinjauan Terpadu belum dipublikasikan dan pelaporan semacam itu hanyalah spekulasi pada tahap ini,” sambung dia menanggapi analisis Dannatt.
(min)
Lihat Juga :