Pengakuan Tentara AS Menangis saat Dihujani Rudal-rudal Iran
Senin, 01 Maret 2021 - 11:56 WIB
loading...
Mayor Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) Alan Johnson, salah satu tentara yang jadi korban hujan rudal Iran di Pangkalan Al-Asad, Irak, tahun 2020. Foto/CBS News
A
A
A
WASHINGTON - Sekitar pukul 20.00 malam pada 7 Januari 2020, Mayor Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) Alan Johnson memandang dengan meneteskan air mata ke kamera ponsel dan mulai merekam pesan perpisahan yang dia harap istri dan putranya tidak perlu menonton.
"Aku ingin kamu kuat, oke?" kata Johnson. "Untuk Ibu. Dan selalu tahu di dalam hati bahwa aku mencintaimu. Oke, bye buddy."
Baca juga: Bukan F-35, Jenderal AS Minta Luncurkan Jet Tempur NGAD untuk Kalahkan China
Mayor Johnson, seorang ahli bedah penerbangan, yang pertama kali mendaftar di militer Amerika Serikat pada tahun 1991, diberitahu oleh seorang perwira intelijen militer AS bahwa Iran sedang mengisi bahan bakar rudal balistik jarak menengah untuk menghancurkan Pangkalan Udara Al Asad di Irak. Johnson dan hampir 2.000 pria dan wanita anggota layanan militer lainnya ditempatkan di pangkalan tersebut.
Serangan rudal-rudal itu sebagai pembalasan atas serangan pesawat tak berawak AS yang menewaskan jenderal top Teheran; Qassem Soleimani.
Beberapa jam kemudian, 11 rudal balistik dengan hulu ledak biasa masing-masing seberat lebih dari 1.000 pon mulai menghujani pangkalan AS dan daerah sekitarnya. Itu adalah serangan rudal balistik terbesar terhadap Amerika dalam sejarah.
"Kata-kata bahkan tidak bisa menggambarkan jumlah energi yang dilepaskan oleh rudal ini," kata Mayor Johnson dalam program 60 Minutesyang dilansir CBS News Senin (1/3/2021).
"Aku ingin kamu kuat, oke?" kata Johnson. "Untuk Ibu. Dan selalu tahu di dalam hati bahwa aku mencintaimu. Oke, bye buddy."
Baca juga: Bukan F-35, Jenderal AS Minta Luncurkan Jet Tempur NGAD untuk Kalahkan China
Mayor Johnson, seorang ahli bedah penerbangan, yang pertama kali mendaftar di militer Amerika Serikat pada tahun 1991, diberitahu oleh seorang perwira intelijen militer AS bahwa Iran sedang mengisi bahan bakar rudal balistik jarak menengah untuk menghancurkan Pangkalan Udara Al Asad di Irak. Johnson dan hampir 2.000 pria dan wanita anggota layanan militer lainnya ditempatkan di pangkalan tersebut.
Serangan rudal-rudal itu sebagai pembalasan atas serangan pesawat tak berawak AS yang menewaskan jenderal top Teheran; Qassem Soleimani.
Beberapa jam kemudian, 11 rudal balistik dengan hulu ledak biasa masing-masing seberat lebih dari 1.000 pon mulai menghujani pangkalan AS dan daerah sekitarnya. Itu adalah serangan rudal balistik terbesar terhadap Amerika dalam sejarah.
"Kata-kata bahkan tidak bisa menggambarkan jumlah energi yang dilepaskan oleh rudal ini," kata Mayor Johnson dalam program 60 Minutesyang dilansir CBS News Senin (1/3/2021).
Lihat Juga :