Pangkalan Militer Equatorial Guinea Diguncang 4 Ledakan, 15 Tewas, 500 Luka

Senin, 08 Maret 2021 - 08:10 WIB
Dalam sebuah pernyataan di televisi nasional, Presiden Teodoro Obiang menuding ledakan itu disebabkan oleh kelalaian penggunaan dinamit di pangkalan tersebut.

Baca juga: Lagi-lagi, Iran Ancam Ratakan Dua Kota Israel dengan Tanah

“Sedikitnya 15 orang tewas dan sekitar 500 lainnya cedera dalam ledakan itu,” kata Obiang, seperti dikutip Russia Today, Senin (8/3/2021).

Equatorial Guinea adalah koloni Spanyol hingga tahun 1968. Industri minyaknya telah menjadikannya negara kaya di Afrika Sub-Sahara. Namun, terjadi ketimpangan kekayaan di negara itu.

Negara tersebut baru-baru ini berjuang melawan penyebaran COVID-19, dan jatuhnya harga minyak mentah global—yang menjadi andalan negara untuk sebagian besar pendapatannya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!