Israel Perluas Fasilitas Nuklir Dimona Tempat Pembuatan Senjata Nuklir

Jum'at, 19 Februari 2021 - 09:47 WIB
Pavel Podvig, seorang peneliti pada program sains dan keamanan global di Princeton University, mengatakan: “Tampaknya pembangunannya dimulai cukup awal pada tahun 2019, atau akhir 2018, jadi sudah berlangsung selama sekitar dua tahun, tetapi hanya itu yang kami bisa katakan pada saat ini."

Kedutaan Israel di Washington tidak berkomentar tentang gambar baru satelit tersebut. Israel memiliki kebijakan ambiguitas yang disengaja pada persenjataan nuklirnya, yakni tidak membenarkan atau menyangkal keberadaannya. Federasi Ilmuwan Amerika memperkirakan bahwa Israel memiliki sekitar 90 hulu ledak, terbuat dari plutonium yang diproduksi di reaktor air berat Dimona.

Fasilitas nuklir tersebut dilaporkan telah digunakan oleh Israel untuk membuat replika sentrifugal uranium Iran untuk menguji worm komputer Stuxnet yang digunakan untuk menyabotase program pengayaan uranium Iran di Natanz. Tapi itu lebih dari 10 tahun yang lalu, jauh sebelum ekspansi saat ini dimulai.

Israel membangun reaktor Dimona pada 1950-an dengan bantuan ekstensif dan rahasia dari pemerintah Prancis. Pada akhir dekade, diperkirakan ada 2.500 warga Prancis yang tinggal di Dimona, yang memiliki lycées Prancis-nya sendiri, tetapi semuanya di bawah kedok penyangkalan resmi.

Baca juga: Indonesia Putuskan untuk Borong 36 Jet Tempur Rafale dan 8 F-15EX
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!