AS Mengaku Prihatin dengan Keputusan ICC Perluas Yurisdiksi di Palestina
Minggu, 07 Februari 2021 - 17:23 WIB
Amerika Serikat (AS) mengatakan memiliki keprihatinan serius tentang putusan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) yang memperluas yurisdiksi mereka di Palestina. Foto/Ist
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengatakan memiliki "keprihatinan serius" tentang putusan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) yang memperluas yurisdiksi mereka di Palestina. Keputusan inimembuka jalan bagi jaksa penuntut untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang Israel di wilayah Palestina.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan, pihaknya menilai Palestina belum memiliki syarat yang mencukupi sebagai negara berdaulat. Ini, jelasnya, membuat Palestina harusnya tidak bisa menjadi anggota organisasi internasional, seperti ICC.
"Kami tidak percaya Palestina memenuhi syarat sebagai negara berdaulat dan karena itu tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan keanggotaan sebagai negara atau berpartisipasi sebagai negara dalam organisasi, entitas, atau konferensi internasional termasuk ICC," kata Price.
"Kami memiliki keprihatinan serius tentang upaya ICC untuk menjalankan yurisdiksinya atas personel Israel," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir NBC pada Minggu (7/2/2021).Baca juga: AS Desak Penghentian Permukiman Israel dan Pembongkaran Rumah Palestina I
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan, pihaknya menilai Palestina belum memiliki syarat yang mencukupi sebagai negara berdaulat. Ini, jelasnya, membuat Palestina harusnya tidak bisa menjadi anggota organisasi internasional, seperti ICC.
"Kami tidak percaya Palestina memenuhi syarat sebagai negara berdaulat dan karena itu tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan keanggotaan sebagai negara atau berpartisipasi sebagai negara dalam organisasi, entitas, atau konferensi internasional termasuk ICC," kata Price.
"Kami memiliki keprihatinan serius tentang upaya ICC untuk menjalankan yurisdiksinya atas personel Israel," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir NBC pada Minggu (7/2/2021).Baca juga: AS Desak Penghentian Permukiman Israel dan Pembongkaran Rumah Palestina I
Lihat Juga :