Mengenal Min Aung Hlaing, Sosok di Balik Kudeta Myanmar
Minggu, 07 Februari 2021 - 00:02 WIB
Pria kelahiran tahun 1956 itu menghabiskan seluruh karirnya di militer, di mana dia bergabung sebagai seorang kadet. Dia masuk ke Akademi Layanan Pertahanan Myanmar pada tahun 1974, dalam usaha ketiganya memasuki akademi itu.
Karir prajurit yang terkenal pendiam dan sederhana bisa terbilang sangat bagus dan lancar. Dia mendapatkan promosi reguler dan karirnya terus menanjak, akhirnya menjadi komandan Biro Operasi Khusus-2 pada tahun 2009.
Baca: Kudeta Myanmar, Warga Australia Penasihat Suu Kyi Ditahan Militer
Dia menjadi terkenal pada tahun 2009 setelah memimpin serangan terhadap pemberontak Tentara Nasional Aliansi Demokratik di Kokang, yang berada dekat perbatasan dengan China. Pada bulan Juni 2010, Min menggantikan Jenderal Shwe Mann sebagai Kepala Gabungan Staf Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
Tidak hanya di Tatmadaw, atau jajaran militer Myanmar, Min Aung Hlaing juga memiliki pengaruh yang sangat besar di dunia politik. Pengaruh politiknya meningkat ketika Partai Pembangunan dan Solidaritas Persatuan (USDP) yang didukung militer memimpin pemerintahan.
Baca: Facebook Diblokir, Ribuan Warga Myanmar Penentang Junta Banjiri Twitter
Karir prajurit yang terkenal pendiam dan sederhana bisa terbilang sangat bagus dan lancar. Dia mendapatkan promosi reguler dan karirnya terus menanjak, akhirnya menjadi komandan Biro Operasi Khusus-2 pada tahun 2009.
Baca: Kudeta Myanmar, Warga Australia Penasihat Suu Kyi Ditahan Militer
Dia menjadi terkenal pada tahun 2009 setelah memimpin serangan terhadap pemberontak Tentara Nasional Aliansi Demokratik di Kokang, yang berada dekat perbatasan dengan China. Pada bulan Juni 2010, Min menggantikan Jenderal Shwe Mann sebagai Kepala Gabungan Staf Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
Tidak hanya di Tatmadaw, atau jajaran militer Myanmar, Min Aung Hlaing juga memiliki pengaruh yang sangat besar di dunia politik. Pengaruh politiknya meningkat ketika Partai Pembangunan dan Solidaritas Persatuan (USDP) yang didukung militer memimpin pemerintahan.
Baca: Facebook Diblokir, Ribuan Warga Myanmar Penentang Junta Banjiri Twitter
Lihat Juga :