Pengamat: Kudeta Militer Adalah Kemunduran Demokrasi di Myanmar

Kamis, 04 Februari 2021 - 14:27 WIB
Komunitas internasional mengecam keras kudeta militer di Myanmar. “Ini merupakan kemunduran demokrasi di Myanmar,” kata Gerry yang juga menjabat sebagai Divisi Komunikasi Publik Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Gerry Habel Hukubun, Kamis (4/2/2021).

Baca juga: Mengenal Min Aung Hlaing, Sosok di Balik Kudeta Myanmar

“Myanmar telah bangkit dari beberapa dekade pemerintahan militer yang ketat dan isolasi internasional yang dimulai pada 1962. Oleh karenanya, peristiwa Senin kemarin merupakan kejatuhan yang mengejutkan dari kekuasaan Suu Kyi, yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada 1991 atas usahanya mendorong demokrasi dan hak asasi manusia (HAM),” ujarnya.

Menurut Gerry, kudeta yang dipimpin Jenderal Min Aung Hlaing merupakan serangan langsung terhadap transisi negara menuju demokrasi dan supremasi hukum.

Baca juga: Suu Kyi Dikudeta dan Ditahan, Pengungsi Muslim Rohingya Bersukacita
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!