Meski Sukses Cegah Penyebaran Covid-19, Australia Tetap Lanjutkan Program Vaksinasi

Minggu, 24 Januari 2021 - 18:54 WIB
Australia mengatakan mereka tidak mencatatkan kasus baru Covid-19, mempertahankan keberhasilan baru-baru ini dalam mencegah virus, tapi akan tetap melanjutkan program vaksinasi. Foto/REUTERS
CANBERRA - Australia mengatakan mereka tidak mencatatkan kasus baru Covid-19, mempertahankan keberhasilan baru-baru ini dalam mencegah virus. Meski demikian, Canberra menuturkan mereka akan tetap melanjutkan program vaksinasi.

Batch pertama vaksin Pfizer pesanan Australia akan tiba pada bulan Februari. Masyarakat berusia di atas 70 tahun, orang dewasa dengan kondisi medis yang mendasari, dan orang Aborigin serta Penduduk Pribumi Selat Torres akan menjadi prioritas.

"Kami mengendalikan virus di sini di Australia, tetapi kami ingin meluncurkan vaksin," kata BendaharaFederal Australia, Josh Frydenberg,seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (24/1/2021). Baca juga: 27 Ribu Tenaga Kesehatan Batal Mendapatkan Vaksinasi Covid-19, Ini Penyebabnya

"Kampanye berjalan sesuai rencana, meskipun jumlah penularan rendah dan kekurangan pasokan vaksin Pfizer terlihat di beberapa negara lain," sambungnya. Ia juga mengatakan bahwa orang mulai bisa melakukan registrasi pada esok hari.

Menurut jajak pendapat pemerintah, tingkat kepercayaaan mencapai 95,09 persen untuk vaksinasi reguler untuk anak usia lima tahun pada kuartal Desember, menunjukkan sikap positif terhadap vaksinasi di kalangan masyarakat.



“Ini akan membantu menyelamatkan nyawa dan melindungi nyawa - ini juga merupakan tanda kepercayaan yang sangat penting saat kami mempersiapkan peluncuran vaksin COVID,” kata Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt.

Hunt mengatakan, Australia tidak memiliki kasus komunitas selama sembilan dari 10 hari terakhir.

Australia bernasib lebih baik daripada kebanyakan negara maju lainnya dalam pandemi melalui penutupan perbatasan yang cepat, penguncian, karantina hotel yang ketat untuk pelancong dan pengujian luas serta penerapan jarak sosial.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
(esn)
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More