Mayoritas Rakyat AS Ingin Trump Segera Dipecat setelah Rusuh US Capitol
Sabtu, 09 Januari 2021 - 16:55 WIB
Penyerbuan itu terjadi saat para anggota parlemen bertemu untuk mengesahkan kemenangan pemilu presiden oleh Joe Biden. (Baca Juga: Setelah US Capitol Diserbu, Kini Para Politisi Israel yang Ketakutan)
Hampir 70% orang Amerika yang disurvei juga mengatakan mereka tidak menyetujui tindakan Trump menjelang serangan Rabu. Pada rapat umum sebelumnya pada hari itu, Trump mendesak ribuan pengikutnya untuk berbaris ke US Capitol. (Lihat Video: Anies Baswedan Berlakukan Pembatasan Aktivitas Masyarakat Mulai 11 Januari 2021)
Kekacauan di Capitol Hill menewaskan seorang perwira polisi dan empat orang lainnya. Serbuan itu dikecam secara luas oleh Demokrat dan Republik.
“Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berencana memberlakukan tuduhan pelanggaran pada Senin yang dapat menyebabkan pemakzulan kedua terhadap Trump,” ungkap dua sumber yang mengetahui masalah tersebut.
"Jika Presiden tidak meninggalkan jabatan dalam waktu dekat dan dengan sukarela, Kongres akan melanjutkan tindakan kami," tegas Ketua DPR Nancy Pelosi.
Reaksi publik terpecah berdasarkan afiliasi terhadap partai politik, seperti yang terjadi pada hampir setiap isu besar di era Trump.
Sementara hampir semua orang mengutuk kekerasan tersebut, seruan untuk penggulingan Trump sebagian besar datang dari Demokrat.
Secara keseluruhan, mayoritas rakyat Amerika yang mengatakan mereka ingin Trump meninggalkan jabatannya sebelum masa jabatannya berakhir mencakup sekitar sembilan dari setiap sepuluh Demokrat yang disurvei, tetapi hanya dua orang dari sepuluh pendukung Partai Republik.
Hampir 70% orang Amerika yang disurvei juga mengatakan mereka tidak menyetujui tindakan Trump menjelang serangan Rabu. Pada rapat umum sebelumnya pada hari itu, Trump mendesak ribuan pengikutnya untuk berbaris ke US Capitol. (Lihat Video: Anies Baswedan Berlakukan Pembatasan Aktivitas Masyarakat Mulai 11 Januari 2021)
Kekacauan di Capitol Hill menewaskan seorang perwira polisi dan empat orang lainnya. Serbuan itu dikecam secara luas oleh Demokrat dan Republik.
“Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berencana memberlakukan tuduhan pelanggaran pada Senin yang dapat menyebabkan pemakzulan kedua terhadap Trump,” ungkap dua sumber yang mengetahui masalah tersebut.
"Jika Presiden tidak meninggalkan jabatan dalam waktu dekat dan dengan sukarela, Kongres akan melanjutkan tindakan kami," tegas Ketua DPR Nancy Pelosi.
Reaksi publik terpecah berdasarkan afiliasi terhadap partai politik, seperti yang terjadi pada hampir setiap isu besar di era Trump.
Sementara hampir semua orang mengutuk kekerasan tersebut, seruan untuk penggulingan Trump sebagian besar datang dari Demokrat.
Secara keseluruhan, mayoritas rakyat Amerika yang mengatakan mereka ingin Trump meninggalkan jabatannya sebelum masa jabatannya berakhir mencakup sekitar sembilan dari setiap sepuluh Demokrat yang disurvei, tetapi hanya dua orang dari sepuluh pendukung Partai Republik.
Lihat Juga :