8 Aktivis Perempuan Muslim Berprestasi Dunia
Minggu, 17 Mei 2020 - 06:51 WIB
Shahshahani telah melakukan penelitian dan menulis tentang keadaan yang menyedihkan dari pusat-pusat penahanan imigran di Selatan AS serta pelacakan pemerintah terhadap komunikasi elektronik imigran. Ia juga pernah menjabat sebagai direktur Proyek Hak Keamanan/Imigran Nasional untuk American Civil Liberties Union.
7. Su'ad Khabeer
Su’ad Khabeer adalah profesor American Culture dan Arab and Muslim American Studies di Universitas Michigan, AS. Penelitiannya fokus pada persimpangan ras dan budaya di negeri paman Sam.
Ia berniat menciptakan portal Sapelo Square. Sebuah situs yang mendokumentasikan dan menganalisis pengalaman orang kulit hitam dan Muslim Amerika. Seperti Muslim Girl, Sapelo Square menawarkan artikel, posting blog, wawancara, dan karya kreatif oleh, tentang, atau menampilkan Muslim di AS.
8. Zarifa Ghafari
Pada usia 26, Zarifa Ghafari adalah wali kota perempuan pertama di Afghanistan. Presiden negara itu menunjuk wali kota Maidan Wardak itu saat dukungan untuk Taliban tersebar luas.
Ia menerima tantangan itu, meskipun terlalu berbahaya baginya untuk tinggal di sana. Dalam menghadapi kesulitan ini, ia turun ke jalan dengan kantong sampah gratis sebagai bagian dari inisiatif untuk membersihkan kota, dan mengatakan tujuannya untuk membuat orang percaya pada kekuatan perempuan.
7. Su'ad Khabeer
Su’ad Khabeer adalah profesor American Culture dan Arab and Muslim American Studies di Universitas Michigan, AS. Penelitiannya fokus pada persimpangan ras dan budaya di negeri paman Sam.
Ia berniat menciptakan portal Sapelo Square. Sebuah situs yang mendokumentasikan dan menganalisis pengalaman orang kulit hitam dan Muslim Amerika. Seperti Muslim Girl, Sapelo Square menawarkan artikel, posting blog, wawancara, dan karya kreatif oleh, tentang, atau menampilkan Muslim di AS.
8. Zarifa Ghafari
Pada usia 26, Zarifa Ghafari adalah wali kota perempuan pertama di Afghanistan. Presiden negara itu menunjuk wali kota Maidan Wardak itu saat dukungan untuk Taliban tersebar luas.
Ia menerima tantangan itu, meskipun terlalu berbahaya baginya untuk tinggal di sana. Dalam menghadapi kesulitan ini, ia turun ke jalan dengan kantong sampah gratis sebagai bagian dari inisiatif untuk membersihkan kota, dan mengatakan tujuannya untuk membuat orang percaya pada kekuatan perempuan.
(poe)
Lihat Juga :