Siapa Sharif Osman Hadi? Pemimpin Demonstrasi Bangladesh yang Meninggal di Singapura

Sabtu, 20 Desember 2025 - 14:30 WIB
loading...
Siapa Sharif Osman Hadi?...
Sharif Osman Hadi meninggal karena ditembak orang tak dikenal. Foto/X/@FWorldman27108
A A A
DHAKA - Protes kekerasan meletus di beberapa kota di Bangladesh setelah pemimpin pemuda terkemuka Sharif Osman Hadi meninggal di Rumah Sakit Umum Singapura pada hari Kamis. Hadi meninggal karena luka tembak yang diderita selama upaya pembunuhan di ibu kota Bangladesh, Dhaka, pekan lalu.

Siapa Sharif Osman Hadi?

1. Pemimpin Aksi Mahasiswa Bangladesh

Hadi, 32 tahun, adalah pemimpin terkemuka pemberontakan mahasiswa Bangladesh tahun 2024.

Ia bertindak sebagai juru bicara Inquilab Mancha, atau “Platform untuk Revolusi”, dan berencana untuk mencalonkan diri sebagai anggota parlemen untuk daerah pemilihan Dhaka-8 di wilayah Bijoynagar di kota itu dalam pemilihan mendatang, yang diperkirakan akan berlangsung pada Februari 2026.

Hadi juga merupakan kritikus vokal terhadap India, tempat Perdana Menteri Bangladesh yang digulingkan, Sheikh Hasina, melarikan diri setelah pemberontakan tahun lalu, dan pengaruhnya terhadap politik domestik di Bangladesh.

Baca Juga: Jenazah Aktivis Bangladesh Tinggalkan Bandara, Dibawa ke Masjid Universitas Dhaka Besok

2. Meninggal di Singapura

Pihak berwenang di Singapura dan Inqilab Mancha mengumumkan kematiannya pada hari Kamis.

Ia meninggal di sebuah rumah sakit di Singapura, tempat ia dirawat setelah terluka dalam upaya pembunuhan pada 12 Desember. Ia ditembak di kepala oleh dua penyerang yang mengendarai sepeda motor, yang berhenti di samping becak motor bertenaga baterai yang ditumpanginya. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Dhaka.

Hadi diketahui mengalami kerusakan batang otak dan dipindahkan dari Dhaka ke Unit Perawatan Intensif (ICU) bedah saraf Rumah Sakit Umum Singapura pada 15 Desember untuk perawatan.

“Meskipun para dokter telah melakukan upaya terbaik… Hadi meninggal dunia akibat luka-lukanya,” kata Kementerian Luar Negeri Singapura dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Menteri Bangladesh Selamatkan...
Menteri Bangladesh Selamatkan 'Donald Trump' dari Penyembelihan di Hari Raya Iduladha
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
Nadiem Makarim Menangis...
Nadiem Makarim Menangis hingga Beri Tanda Tangan ke Mitra Go Jek saat Tiba di PN Tipikor
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Berita Terkini
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved