Putra Mahkota Arab Saudi MBS Dituduh Hendak Habisi Bos Hizbullah
Senin, 28 Desember 2020 - 14:00 WIB
Dia mengatakan bahwa Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko menjalin hubungan dengan rezim Zionis berarti bahwa periode "kemunafikan" telah berakhir dan "topeng telah jatuh."
"Sebagai seorang Islamis, saya menemukan posisi Partai Keadilan dan Pembangunan di Maroko lebih menyakitkan dan lebih berbahaya daripada normalisasi rezim," papar Nasrallah. "Tidak ada di dunia ini yang membenarkan siapa pun di dunia ini untuk menyerahkan Palestina."
Dalam wawanacara itu, dia juga menuduh Arab Saudi dan Israel memprovokasi AS untuk membunuh jenderal top Iran, Qassem Soleimani, dengan serangan pesawat tak berawak di Baghdad pada 3 Januari 2020.(Baca juga: Heboh Video Menghina Lagu Indonesia Raya, Ini Respons Malaysia )
Nasrallah mengklaim pembunuhan terhadap Jenderal Soleimani bukan hanya kejahatan Amerika.
"Saya percaya bahwa Israel dan Arab Saudi juga menjadi penyebab kejahatan ini, bahkan jika peran mereka hanya untuk memprovokasi Washington agar melakukannya," kata Nasrallah.
"Sebagai seorang Islamis, saya menemukan posisi Partai Keadilan dan Pembangunan di Maroko lebih menyakitkan dan lebih berbahaya daripada normalisasi rezim," papar Nasrallah. "Tidak ada di dunia ini yang membenarkan siapa pun di dunia ini untuk menyerahkan Palestina."
Dalam wawanacara itu, dia juga menuduh Arab Saudi dan Israel memprovokasi AS untuk membunuh jenderal top Iran, Qassem Soleimani, dengan serangan pesawat tak berawak di Baghdad pada 3 Januari 2020.(Baca juga: Heboh Video Menghina Lagu Indonesia Raya, Ini Respons Malaysia )
Nasrallah mengklaim pembunuhan terhadap Jenderal Soleimani bukan hanya kejahatan Amerika.
"Saya percaya bahwa Israel dan Arab Saudi juga menjadi penyebab kejahatan ini, bahkan jika peran mereka hanya untuk memprovokasi Washington agar melakukannya," kata Nasrallah.
Lihat Juga :