China Nyalakan 'Matahari Buatan', 10 Kali Lebih Panas dari Matahari Asli

Sabtu, 05 Desember 2020 - 06:07 WIB
Orang-orang bekerja di dalam reaktor fusi nuklir HL-2M Tokamak, yang dijuluki sebagai Matahari buatan, ketika sedang dibangun di Chengdu, provinsi Sichuan, China. Foto diambil 5 Juni 2019. Foto/REUTERS/Liu Haiyun
BEIJING - China telah berhasil menyalakan reaktor fusi nuklir "Matahari buatan" untuk pertama kalinya. Reaktor ini dirancang untuk menjadi sumber energi bersih yang menghasilkan panas 10 kalinya dari panas Matahari asli.

Kesuksesan penyalaan reaktor bernama HL-2M Tokamak tersebut dilaporkan pemerintah setempat, People’s Daily, pada Jumat (4/12/2020). Reaktor ini dibuat untuk meniru reaksi alami yang terjadi pada Matahari menggunakan gas hidrogen dan deuterium sebagai bahan bakar. (Baca: Indonesia Gerak Cepat Ingin Borong 48 Jet Tempur Rafale Prancis )



Reaktor HL-2M Tokamak adalah perangkat penelitian eksperimental fusi nuklir terbesar dan tercanggih di China. Itu terletak di provinsi Sichuan barat daya dan selesai dibangun akhir tahun lalu. Reaktor ini sering disebut "Matahari buatan" karena panas dan tenaga yang dihasilkannya sangat besar.

(Baca juga : AS Cabut Visa Agen 'Senjata Ajaib' Partai Komunis China )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!