Vaksinasi Massal Covid-19 Akan Dimulai di Inggris

Jum'at, 04 Desember 2020 - 11:15 WIB
“Kabar fantastis,” ujar PM Johnson kepada parlemen, dilansir Reuters. Namun, dia memperingatkan masyarakat tidak bepergian dulu. Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) yang juga menguji data uji vaksin Pfizer juga belum memberikan persetujuan. Langkah Inggris justru dikritik Brussels yang menyebutkan perlu prosedur tepat dan bukti nyata untuk menilai suatu vaksin. (Baca juga: Telur rebus Banyak Manfaatnya Lho, Ini Salah Satunya)

Tak peduli dengan kritik UE, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock menyatakan, vaksinasi akan segera dilakukan pekan depan setelah Inggris mendapatkan 800.0000 dosis vaksin corona dari pabrik Pfizer di Belgia.

Tak mau kalah, hanya beberapa jam setelah pengumuman Inggris, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan otoritas kesehatannya untuk memulai vaksinasi pekan depan. Rusia akan memproduksi dua juta dosis vaksin Sputnik V yang akan digunakan untuk vaksinasi massal.

Vaksin Sputnik V merupakan satu dari dua vaksin buatan Rusia yang sudah mendapatkan persetujuan badan domestik meskipun uji klinisnya belum selesai. “Ayo laksanakan vaksinasi secara massal,” kata Putin kepada Deputi PM Tatiana Golikova.

CEO Pfizer Ralf Rene Reinert mengungkapkan, banyak negara lain juga akan mengikuti langkah Inggris. “Inggris kini memimpin dan kita melihat banyak negara lain bergerak maju. Pfizer akan melakukan pertukaran data dengan lembaga otoritas kesehatan di setiap negara,” ujarnya. (Baca juga: Sri Mulyani Geber Aparat Pajak untuk Dongkrak Penerimaan)

Menteri Kesehatan AS Alex Azar mengatakan, langkah Inggris seharusnya menginspirasi kepercayaan diri. “Bagi rakyat AS seharusnya dijamin lebih dahulu. Otoritas regulator independen di negara lain telah menemukan vaksin yang aman dan efektif,” ujarnya kepada Fox.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!