Pasien Covid-19 Menurun, Inggris Akan Perlonggar Lockdown
Selasa, 12 Mei 2020 - 13:05 WIB
Johnson mengungkapkan, orang yang bisa bekerja di rumah sebaiknya tetap dilanjutkan. Tapi, bagi warga yang tidak bisa bekerja di rumah seperti pabrik dan konstruksi, Johnson menyarankan mereka untuk bisa bekerja kembali. “Dari Rabu (besok), masyarakat bisa berolahraga di luar rumah, pergi ke taman, berolahraga di jalanan,” katanya. (Baca: Warga Inggris Takut Keluar Rumah Meski Saat Lockdown Dicabut)
Pemimpin oposisi Inggris, Partai buruh, Keir Starmer menyatakan, kebijakan Johnson berbeda dengan wilayah lain. “Negara ini butuh kejelasan dan konsensus,” katanya.
Pasalnya, Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon hanya memperlonggar lockdown untuk mengizinkan warganya berolahraga saja, bukan bekerja. “Pemerintah Skotlandia memilih keamanan untuk saat ini tanpa memiliki kebijakan berisiko,” katanya.
Namun, kelompok pengusaha menyambut pernyataan Johnson tersebut. Perusahaan bisa melaksanakan protokol kesehatan agar warga bisa kembali bekerja dengan aman dan selamat.
Sementara itu, tingkat penyebaran virus corona di Jerman meningkat beberapa hari setelah negara itu melonggarkan aturan karantina wilayah atau lockdown. Berdasarkan pemantauan Robert Koch Institute (RKI), tingkat reproduksi (perkiraan jumlah orang yang tertular pasien positif korona) melampaui 1. Itu artinya, jumlah penularan meningkat di Jerman. (Baca juga: Angka Kematian Akibat COVID-19 di Inggris Tembus 32 Ribu)
Pemimpin oposisi Inggris, Partai buruh, Keir Starmer menyatakan, kebijakan Johnson berbeda dengan wilayah lain. “Negara ini butuh kejelasan dan konsensus,” katanya.
Pasalnya, Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon hanya memperlonggar lockdown untuk mengizinkan warganya berolahraga saja, bukan bekerja. “Pemerintah Skotlandia memilih keamanan untuk saat ini tanpa memiliki kebijakan berisiko,” katanya.
Namun, kelompok pengusaha menyambut pernyataan Johnson tersebut. Perusahaan bisa melaksanakan protokol kesehatan agar warga bisa kembali bekerja dengan aman dan selamat.
Sementara itu, tingkat penyebaran virus corona di Jerman meningkat beberapa hari setelah negara itu melonggarkan aturan karantina wilayah atau lockdown. Berdasarkan pemantauan Robert Koch Institute (RKI), tingkat reproduksi (perkiraan jumlah orang yang tertular pasien positif korona) melampaui 1. Itu artinya, jumlah penularan meningkat di Jerman. (Baca juga: Angka Kematian Akibat COVID-19 di Inggris Tembus 32 Ribu)
Lihat Juga :