Warga Inggris Takut Keluar Rumah Meski Saat Lockdown Dicabut
Jum'at, 01 Mei 2020 - 19:01 WIB
loading...
Warga melambai dari jendela rumah di Sunderland, Inggris. Foto/REUTERS
A
A
A
LONDON - Banyak warga Inggris tidak nyaman keluar rumah bahkan jika pemerintah telah mencabut lockdown dalam waktu satu bulan.
Inggris menerapkan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona sejak 23 Maret. Namun Perdana Menteri (PM) Boris Johnson menyatakan negara itu telah melalui puncak pandemi dan akan menyusun rencana untuk membuka lockdown secara bertahap agar kehidupan kembali normal.
“Lebih dari 60% akan tidak nyaman kembali ke bar dan restoran, menggunakan transportasi publik atau pergi ke perkumpulan besar seperti acara olahraga,” ungkap hasil survei yang dilakukan Ipsos Mori.
Selain itu, lebih dari 40% masih enggan pergi ke toko atau mengirim anak ke sekolah. Lebih dari 30% akan khawatir pergi bekerja atau bertemu teman.
Data survei menunjukkan mayoritas warga Inggris mematuhi lockdown bukan karena diperintahkan pemerintah tapi karena mereka tidak ingin terjangkit atau menyebarkan virus.
Inggris menerapkan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona sejak 23 Maret. Namun Perdana Menteri (PM) Boris Johnson menyatakan negara itu telah melalui puncak pandemi dan akan menyusun rencana untuk membuka lockdown secara bertahap agar kehidupan kembali normal.
“Lebih dari 60% akan tidak nyaman kembali ke bar dan restoran, menggunakan transportasi publik atau pergi ke perkumpulan besar seperti acara olahraga,” ungkap hasil survei yang dilakukan Ipsos Mori.
Selain itu, lebih dari 40% masih enggan pergi ke toko atau mengirim anak ke sekolah. Lebih dari 30% akan khawatir pergi bekerja atau bertemu teman.
Data survei menunjukkan mayoritas warga Inggris mematuhi lockdown bukan karena diperintahkan pemerintah tapi karena mereka tidak ingin terjangkit atau menyebarkan virus.
Lihat Juga :