Biden Janji Perkuat Aliansi AS di Asia-Pasifik Sambil Hindari Perang
Rabu, 25 November 2020 - 06:29 WIB
"Tim di belakang saya ini mewujudkan keyakinan inti saya bahwa Amerika adalah yang terkuat saat bekerja dengan sekutunya," katanya. "Secara kolektif tim ini telah mengamankan beberapa pencapaian keamanan nasional dan diplomatik paling menentukan dalam ingatan baru-baru ini, yang dimungkinkan melalui pengalaman puluhan tahun bekerja dengan mitra kami," imbuh Biden. (Baca juga: Panik dengan Hasil Pilpres AS, Donald Trump Jr Serukan Perang Total )
"Begitulah cara kami benar-benar menjaga keamanan Amerika tanpa terlibat dalam konflik militer yang tidak perlu," paparnya, seperti dikutip Sputniknews, Rabu (25/11/2020).
Komentarnya muncul setelah sekelompok negara Asia menandatangani Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), blok perdagangan 15 negara yang terutama mencakup China tetapi tidak termasuk Amerika Serikat. Banyak negara yang merupakan sekutu AS, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Australia, serta negara-negara yang berusaha dipengaruhi Washington dari pengaruh China, termasuk Vietnam, Malaysia, dan Filipina.
Biden mengatakan dia tidak berniat untuk memperkuat pembatasan perdagangan yang diberlakukan di China oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Namun, dalam komentar yang sama, dia mengulangi logika yang sama yang digunakan Trump untuk meningkatkan upayanya guna menghentikan ekspansi politik dan ekonomi China.
"Begitulah cara kami benar-benar menjaga keamanan Amerika tanpa terlibat dalam konflik militer yang tidak perlu," paparnya, seperti dikutip Sputniknews, Rabu (25/11/2020).
Komentarnya muncul setelah sekelompok negara Asia menandatangani Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), blok perdagangan 15 negara yang terutama mencakup China tetapi tidak termasuk Amerika Serikat. Banyak negara yang merupakan sekutu AS, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Australia, serta negara-negara yang berusaha dipengaruhi Washington dari pengaruh China, termasuk Vietnam, Malaysia, dan Filipina.
Biden mengatakan dia tidak berniat untuk memperkuat pembatasan perdagangan yang diberlakukan di China oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Namun, dalam komentar yang sama, dia mengulangi logika yang sama yang digunakan Trump untuk meningkatkan upayanya guna menghentikan ekspansi politik dan ekonomi China.
(min)
Lihat Juga :