MuslimPro Digugat Pengguna atas Tuduhan Jual Data ke Militer AS
Selasa, 24 November 2020 - 09:40 WIB
Langkah hukum oleh pengguna tersebut diambil setelah laporan grup media VICE minggu lalu mengungkap bagaimana tentara AS membeli data geolokasi pengguna dari serangkaian aplikasi di seluruh dunia.
Berbagai aplikasi itu adalah Muslim Pro, yang memiliki opsi geolokasi yang memungkinkan pengguna untuk menentukan jam salat dan arah Ka'bah di Makkah sebagai kiblat. (Baca juga: MuslimPro Bantah Jual Data 100 Pengguna Muslim ke Militer AS )
"Perusahaan menjual data ini ke sebuah perusahaan bernama X-Mode, yang menjualnya ke sub-kontraktor dan dengan ekstensi, tentara," tulis grup media VICE dalam laporannya.
Pasukan Khusus AS, lanjut laporan itu, kemudian dapat menggunakan data-data itu pada misi luar negeri. Hal itu memicu spekulasi bahwa data para pengguna aplikasi itu dapat digunakan untuk eksekusi ekstra-yudisial tersangka teroris melalui serangan pesawat tak berawak.
Sehari setelah laporan itu keluar, MuslimPro mengatakan akan menghentikan semua pembagian datanya dengan perusahaan lain.
Berbagai aplikasi itu adalah Muslim Pro, yang memiliki opsi geolokasi yang memungkinkan pengguna untuk menentukan jam salat dan arah Ka'bah di Makkah sebagai kiblat. (Baca juga: MuslimPro Bantah Jual Data 100 Pengguna Muslim ke Militer AS )
"Perusahaan menjual data ini ke sebuah perusahaan bernama X-Mode, yang menjualnya ke sub-kontraktor dan dengan ekstensi, tentara," tulis grup media VICE dalam laporannya.
Pasukan Khusus AS, lanjut laporan itu, kemudian dapat menggunakan data-data itu pada misi luar negeri. Hal itu memicu spekulasi bahwa data para pengguna aplikasi itu dapat digunakan untuk eksekusi ekstra-yudisial tersangka teroris melalui serangan pesawat tak berawak.
Sehari setelah laporan itu keluar, MuslimPro mengatakan akan menghentikan semua pembagian datanya dengan perusahaan lain.
Lihat Juga :