Menteri Pakistan Hapus Tweet yang Samakan Macron dengan Nazi
Senin, 23 November 2020 - 06:55 WIB
Namun artikel itu diubah sebelumnya pada hari Minggu untuk mencerminkan fakta bahwa gagasan itu, jika diterapkan, akan diterapkan pada semua anak di Prancis dan tidak hanya untuk anak-anak Muslim.
Dalam tweet lanjutannya pada hari Minggu, Mazari awalnya menggandakan klaimnya menyusul kecaman oleh Kementerian Luar Negeri Prancis pada Sabtu malam, yang menggambarkan Prancis sebagai "kebohongan yang mencolok, dijiwai dengan ideologi kebencian dan kekerasan."
Kantor berita Reuters pada Senin (23/11/2020) melaporkan bahwa pada hari Minggu, Mazari men-tweet; "Artikel yang saya kutip telah dikoreksi oleh publikasi yang relevan, saya juga telah menghapus tweet saya yang sama."
Dia mengatakan dia telah diberitahu tentang koreksi itu oleh duta besar Prancis untuk Pakistan. (Baca: Prancis Kecam Pernyataan Menteri Pakistan yang Samakan Macron dengan Nazi )
Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian mengatakan kepada radio RTL bahwa komentar menteri Pakistan tersebut tidak dapat diterima dan harus ditarik dari Twitter. Namun, dia tetap berhati-hati karena beberapa media telah dimanfaatkan dan sejak itu mengklarifikasi artikelnya.
Dalam tweet lanjutannya pada hari Minggu, Mazari awalnya menggandakan klaimnya menyusul kecaman oleh Kementerian Luar Negeri Prancis pada Sabtu malam, yang menggambarkan Prancis sebagai "kebohongan yang mencolok, dijiwai dengan ideologi kebencian dan kekerasan."
Kantor berita Reuters pada Senin (23/11/2020) melaporkan bahwa pada hari Minggu, Mazari men-tweet; "Artikel yang saya kutip telah dikoreksi oleh publikasi yang relevan, saya juga telah menghapus tweet saya yang sama."
Dia mengatakan dia telah diberitahu tentang koreksi itu oleh duta besar Prancis untuk Pakistan. (Baca: Prancis Kecam Pernyataan Menteri Pakistan yang Samakan Macron dengan Nazi )
Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian mengatakan kepada radio RTL bahwa komentar menteri Pakistan tersebut tidak dapat diterima dan harus ditarik dari Twitter. Namun, dia tetap berhati-hati karena beberapa media telah dimanfaatkan dan sejak itu mengklarifikasi artikelnya.
Lihat Juga :