Konflik Politik Malaysia Memanas, UMNO-PAS Justru Meraih Keuntungan

Senin, 11 Mei 2020 - 10:45 WIB
Awang Azman pun mengatakan, Muhyiddin sebagai PM memiliki keuntungan baik untuk memperkuat posisinya. Namun, jika Mahathir menunjukkan kemampuannya dalam berpolitik, karena Partai Bersatu bisa saja melepaskan dukungan dari Muhyiddin. “Pakatan Harapan juga tidak akan menang pemilu karena mereka tidak memiliki dukungan akar rumput yang kuat di kalangan warga Melayu,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Parlemen Malaysia Mohamad Ariff Md Yusoff menerima mosi tidak percaya dari Mahathir yang menyebutkan Muhyiddin tidak memiliki kepercayaan mayoritas dari anggota parlemen. Namun, tidak disebutkan apakah mosi itu akan diperdebatkan saat rapat pada 18 Mei mendatang. (Baca juga: Berusaha redam Konflik Politik Malaysia)

Dalam pernyataan sama, Mohamad Ariff juga menolak mosi terpisah yang diajukan Mahathir bahwa dirinya akan tetap bertahan sebagai ketua parlemen hingga parlemen dibubarkan. Dia juga menolak pengajuan mosi yang diajukan anggota parlemen dari Semporna dan Menteri Besar Sabah Mohd Shafie Apdal untuk menentukan apakah Mahathir memiliki kepercayaan diri di parlemen. Shafie dikenal sebagai pendukung Mahathir. Dalam surat yang dikirim kepada ketua parlemen, Shafie mengatakan ingin meminta ketua parlemen mengajukan resolusi yang menyebutkan bahwa Mahathir masih mendapatkan dukungan mayoritas anggota parlemen untuk ditunjuk sebagai PM.

Parlemen dijadwalkan bersidang pada 18 Mei mendatang. Sebenarnya sidang parlemen dijadwalkan dari 9 Maret menjadi 16 April dan ditunda lagi hingga 18 Mei. Itu menyusul perubahan pemerintahan di mana Muhyiddin ditunjuk sebagai PM. Pemerintah memutuskan menggelar sidang pada 18 Mei di tengah pemberlakuan karantina wilayah. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!