Hong Kong Racik Tiga Obat Mujarab atasi Covid-19

Senin, 11 Mei 2020 - 07:05 WIB
Michael Head, peneliti kesehatan global di Universitas Southampton, mengatakan langkah tersebut menunjukkan perlunya eksplorasi obat baru ketika patogen terus berkembang. “Efektivitas remdesivir masih terbatas, maka perlu obat alternatif lainnya,” katanya.

Sementara itu, penelitian terbaru yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa pengobatan dengan obat hydroxycholoquine yang disebut oleh Presiden Donald Trump sebagai “pengubah permainan” untuk pasien Covid-19 ternyata menunjukkan hal yang tidak menggembirakan. Obat hydroxycholoquine tidak menunjukkan ada upaya untuk kesembuhan bagi pasien Covid-19. “Pasien yang mengonsumsi obat hydroxycholoquine tidak menunjukkan perbaikan,” kata Neil Schluger, peneliti Universitas Columbia, New York, AS.

Sebanyak 32,3% pasien yang mendapatkan pengobatan hydroxycholoquine justru membutuhkan ventilator, sedangkan 14,9% yang tidak diberi obat itu tanpa membutuhkan ventilator. Itu menunjukkan obat hydroxycholoquine sama sekali tidak membantu.

Selama beberapa dekade, hydroxycholoquine dikenal untuk menyembuhkan pasien penderita lupus dan rheumatoid arthritis. Para dokter di Departemen Hubungan Veteran bahkan melaporkan hydroxychloroquine tidak membantu pasien Covid-19 dan justru bisa memicu kematian. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!