IAEA dan AS Tekan Iran Terkait Partikel Uranium di ‘Gudang Atom’

Kamis, 19 November 2020 - 03:31 WIB
“Kita yakin mereka perlu memberi kita informasi yang kredibel. Apa yang mereka katakan kepada kita dari sudut pandang teknis tidak bertambah, jadi mereka perlu mengklarifikasi hal ini,” ungkap Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi saat konferensi pers selama pertemuan triwulanan dari 35 negara anggota Dewan Gubernur IAEA. (Lihat Video: KA Gajayana Meluncur Sendiri Tanpa Lokomotif Tabrak Alat Berat)

IAEA dan badan intelijen AS telah lama percaya bahwa Iran memiliki program senjata nuklir yang terkoordinasi dan rahasia yang dihentikan pada 2003.

Kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan negara-negara besar secara efektif menegaskan sebagian besar masa lalunya.

Terlepas dari kesepakatan tersebut, IAEA bertanggung jawab menghitung semua bahan nuklir di negara-negara yang telah meratifikasi Perjanjian Non-Proliferasi global untuk memastikan tidak ada yang dialihkan untuk membuat senjata nuklir, bahkan jika bukti dari materi yang sebelumnya tidak diketahui sudah bertahun-tahun masanya.

Israel mengatakan telah menyita bagian dari "arsip" Iran terkait aktivitas nuklirnya di masa lalu. Israel menggunakannya untuk menarik perhatian pada aktivitas Iran yang sudah lama ada sebelum kesepakatan 2015.

Iran menolak penggunaan bahan arsip tersebut. Teheran mengecam upaya untuk membuka proses verifikasi dan pembersihan tanpa akhir atas tuduhan palsu yang terus berlanjut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!