Pangkalan Militer Rusia di Sudan Dirancang untuk Tampung 4 Kapal Perang

Selasa, 17 November 2020 - 08:58 WIB
"Pangkalan itu dapat digunakan untuk melakukan perbaikan dan pengisian kembali persediaan dan untuk awak kapal Angkatan Laut Rusia untuk beristirahat, dan kesepakatan itu menetapkan bahwa maksimal empat kapal perang dapat tinggal di pangkalan logistik Angkatan Laut, termasuk kapal Angkatan Laut dengan sistem propulsi nuklir dengan syarat mematuhi norma-norma keselamatan nuklir dan lingkungan," bunyi rancangan perjanjian itu yang dilansir TASS, Selasa (17/11/2020). (Baca juga: Rusia Siap Pasok Sistem Pertahanan Udara di Pangkalan Sudan )

Moskow dan Khartoum menandatangani kesepakatan kerja sama militer selama tujuh tahun tahun lalu dan prospek pusat logistik Angkatan Laut telah dibahas secara rinci oleh kedua belah pihak.

Rusia menandatangani rancangan kesepakatan untuk membuka pangkalan Angkatan Laut bagi kapal bertenaga nuklir di Sudan, sebagai imbalan atas kerja sama militer dengan Khartoum.

Draf kesepakatan dirancang untuk bertahan selama 25 tahun. Ini kemudian akan diperpanjang secara otomatis untuk periode sepuluh tahun jika diperlukan.

Fasilitas Sudan kemungkinan akan berfungsi serupa dengan yang saat ini dioperasikan oleh Rusia di Tartus, di pantai Mediterania Suriah.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!