Mayoritas Guru di Norwegia Takut Tunjukkan Kartun Nabi Muhammad ke Siswa

Jum'at, 13 November 2020 - 14:35 WIB
Ketika ditanya apakah mereka berencana menggunakan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad sebagai bahan pengajaran, lebih dari 60 persen menjawab "tidak" dan kurang dari 8 persen menjawab "ya".

Empat dari lima orang yang disurvei mengatakan pengajaran mereka berkaitan dengan kebebasan berekspresi. Hampir 64 persen mengatakan selama suatu topik relevan dengan kebebasan berekspresi, mereka akan mengajarkannya terlepas dari risiko menyinggung siswa. Kurang dari 8 persen mengatakan mereka "sangat setuju" dengan gagasan bahwa topik yang mungkin dianggap menyinggung setiap siswa harus dihindari.

Tetapi, menurut survei, penyensoran sendiri tidak jarang terjadi di ruang kelas sekolah Norwegia. Lebih dari 34 persen responden mengatakan bahwa mereka menghindari mengangkat masalah tertentu satu kali atau beberapa kali karena menurut mereka siswa mungkin akan terkejut. (Baca juga: Putra Mahkota Abu Dhabi Telepon Macron: Kekerasan Tak Wakili Ajaran Nabi Muhammad )

Agama pada umumnya, dan Islam pada khususnya, seksualitas dan bunuh diri adalah yang paling banyak disebutkan.

Sekitar 13 persen mengatakan ada reaksi negatif dari siswa atau orang tua mereka terhadap sesuatu yang mereka katakan saat mengajar tentang kebebasan berekspresi, sementara 3,4 persen melaporkan menerima ancaman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!