ISIS Klaim Ledakan di Pemakaman Non Muslim Jeddah

Jum'at, 13 November 2020 - 03:27 WIB
Aamaq mengatakan negara-negara Eropa lainnya pada upacara itu juga dianggap sebagai sasaran karena mereka adalah bagian dari koalisi internasional yang memerangi militan ISIS.

Menurut kantor pers pemerintah Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman berjanji untuk menyerang dengan tangan besi terhadap siapa saja yang ingin merusak keamanan dan stabilitas negara kerajaan itu sebagai respon terhadap serangan tersebut.(Baca juga: Kecam Serangan Jeddah, Saudi: Itu Tindakan Pengecut! )

Serangan ini terjadi setelah serangan penikaman pada bulan Oktober yang melukai ringan seorang penjaga di Konsulat Prancis di Jeddah.(Baca juga: Tusuk Penjaga Konsulat Prancis, Seorang Pria Diamankan di Jeddah )

Selang sehari setelah ledakan di Jeddah, Kedutaan Besar Arab Saudi di Den Haag dihujani tembakan. Tidak ada laporan korban luka, menurut polisi Belanda, tetapi lubang peluru dapat dilihat di seluruh bagian depan gedung dan di beberapa jendela. Tidak diketahui apakah dua serangan ini saling terkait.(Baca juga: Kedutaan Arab Saudi di Belanda Dihujani Tembakan )

Kehadiran ISIS sendiri tidak di Arab Saudi tidak besar, dan serangan besar terakhirnya dilakukan di kerajaan itu pada 2015.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!