Gedung Putih Bantah Terlibat Upaya Penculikan Maduro

Sabtu, 09 Mei 2020 - 15:44 WIB
"Jika kita melakukan sesuatu tentang Venezuela itu akan menjadi invasi," imbuhnya.

Akhir pekan lalu, para nelayan Venezuela yang juga anggota milisi negara itu memerangi sekelompok tentara bayaran yang berusaha melancarkan serangan dari negara tetangga Kolombia. Mereka menangkap dua warga Amerika dan menewaskan delapan tentara bayaran lainnya.

Kedua orang itu, keduanya bekas pasukan khusus AS, adalah bagian dari perusahaan kontraktor keamanan swasta Silvercorp USA. Keduanya mengklaim tujuan mereka adalah menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan membawanya pergi ke AS dengan pesawat. (Baca: Menyusup ke Venezuela, Dua 'Rambo' AS Ingin Tangkap Maduro )

Pada akhir Maret, Departemen Luar Negeri AS menempatkan hadiah USD15 juta untuk kepala Maduro, menuduhnya sebagai "terorisme narco." Sejak Januari 2019, Washington menyatakan bahwa Maduro bukan pemimpin sah Venezuela, dan mendukung Guaido, seorang politisi oposisi yang upaya kudetanya selama 16 bulan terakhir gagal.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!