Para pemimpin Muslim Prancis Kecam Boikot Produk Prancis

Selasa, 03 November 2020 - 11:33 WIB
Mereka juga menyatakan kemarahannya atas seruan pembunuhan yang dilancarkan oleh pemimpin asing, yang tampaknya mengacu pada tweet mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, yang mengklaim Muslim memiliki hak untuk marah dan membunuh jutaan orang Prancis. (Baca: Putra Mahkota Abu Dhabi Telepon Macron: Kekerasan Tak Wakili Ajaran Nabi Muhammad )

Pernyataan itu muncul saat reaksi keras berlanjut terhadap pembelaan Presiden Emmanuel Macron atas hak untuk menayangkan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad , sebuah tindakan yang membuat guru sekolah Prancis Samuel Paty dipenggal pengungsi Chechnya berusia 18 tahun di pinggiran Paris pada 16 Oktober.

Puluhan ribu orang mengambil bagian dalam demonstrasi anti-Prancis lebih lanjut di Bangladesh dan Indonesia pada hari Senin.

Protes juga terjadi di Turki, Suriah, Mali dan Jalur Gaza. Aksi boikot produk-produk Prancis dilakukan sejumlah ritel dan konsumen negara-negara Teluk.

Macron berusaha meredakan ketegangan pada hari Sabtu dengan mengatakan kepada channel Arab TV bahwa dia mengerti kartun itu bisa membuat umat Islam marah, namun dia tidak menolerasi kekerasan. Dia juga mengecam "kebohongan" bahwa negara Prancis berada di belakang penerbitan kartun tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!