Guru Belgia Diskors karena Pertontonkan Kartun Nabi Muhammad SAW
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 06:37 WIB
Kantor redaksi majalah Charlie Hebdo yang menerbitkan kartun tersebut menjadi sasaran serangan mengerikan pada tahun 2015 yang menewaskan 12 orang.(Baca juga: Setelah Nabi Muhammad, Charlie Hebdo Pajang Kartun Cabul Erdogan )
Menyusul pembunuhan Paty, Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan pembelaan yang berapi-api terhadap kebebasan berekspresi, termasuk hak kartunis untuk mencerca tokoh agama.
Seperti Prancis, Belgia telah mengalami sejumlah serangan dalam beberapa tahun terakhir dan Molenbeek, yang memiliki populasi Muslim yang besar, menjadi terkenal sebagai sarang kelompok radikal.
Juru bicara Wali Kota Molenbeek menekankan skorsing itu bukan hukuman, tapi untuk menjaga ketertiban selama prosedur disiplin dijalankan. Setelah itu, guru tersebut bisa menghadapi tindakan administratif.
Menyusul pembunuhan Paty, Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan pembelaan yang berapi-api terhadap kebebasan berekspresi, termasuk hak kartunis untuk mencerca tokoh agama.
Seperti Prancis, Belgia telah mengalami sejumlah serangan dalam beberapa tahun terakhir dan Molenbeek, yang memiliki populasi Muslim yang besar, menjadi terkenal sebagai sarang kelompok radikal.
Juru bicara Wali Kota Molenbeek menekankan skorsing itu bukan hukuman, tapi untuk menjaga ketertiban selama prosedur disiplin dijalankan. Setelah itu, guru tersebut bisa menghadapi tindakan administratif.
(min)
Lihat Juga :