Pompeo: China Adalah Ancaman Terbesar bagi Kebebasan Beragama

Kamis, 29 Oktober 2020 - 15:20 WIB
"Tapi tahukah Anda, kami tahu, tidak ada pembenaran dalam upaya kontra terorisme untuk memaksa Muslim Uighur makan babi selama Ramadhan atau menghancurkan pemakaman Muslim. Tidak ada justifikasi pengentasan kemiskinan untuk memaksa sterilisasi, mengambil anak dari orang tuanya, untuk dididik kembali di sekolah asrama," sambungnya.

Pompeo lalu mengatakan, dia tahu bahwa ada pejabat CCP yang mencoba meyakinkan Indonesia untuk berpaling dari apa yang terjadi di Xinjiang, dengan berbagai alasan dan cerita yang mereka buat. ( Baca juga: Lawatan ke Sri Lanka, Pompeo Sebut Partai Komunis China Predator )

"Saya tahu pejabat CPP menceritakan kisah fantastis tentang Uighur yang bahagia yang tak peduli identitas agama dan budaya etnis untuk menjadi lebih modern, dan menikmati perkembangan yang dipimpin oleh mereka," ungkapnya.

"Saya hanya meminta Anda untuk melakukan ini, lihat kedalam hati Anda, lihat fakta, dengarkan kisah para penyintas dan keluarga mereka. Pikirkan tentang yang Anda tahu bagaimana pemerintah otoriter memperlakukan mereka yang menolak aturan," imbuhnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!