PM Armenia Minta Rakyatnya Angkat Senjata Lawan Azerbaijan
Kamis, 22 Oktober 2020 - 04:04 WIB
Pashinyan juga mengatakan di Facebook bahwa masalah Nagorno-Karabakh tidak dapat diselesaikan secara diplomatis. “Semua warga Armenia harus berjuang dengan senjata di tangan mereka sampai solusi diplomatik tercapai,” katanya.
(Baca juga : Relawan Vaksin Astrazeneca Meninggal, Kemenkes: Belum Ada Kontrak Pembelian )
Sejak bentrok baru meletus pada 27 September, Armenia terus menyerang warga sipil dan pasukan Azerbaijan, bahkan melanggar perjanjian gencatan senjata kemanusiaan.
Selama 10 hari terakhir, Armenia melanggar dua gencatan senjata kemanusiaan di Karabakh Atas. Gencatan senjata kemanusiaan baru mulai berlaku Sabtu lalu, tetapi orang-orang Armenia telah melanggarnya beberapa kali.
Hubungan antara dua bekas republik Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas. (Baca Juga: Sikap Netral Iran di Karabakh Atas Dianggap Untungkan Armenia)
(Baca juga : Relawan Vaksin Astrazeneca Meninggal, Kemenkes: Belum Ada Kontrak Pembelian )
Sejak bentrok baru meletus pada 27 September, Armenia terus menyerang warga sipil dan pasukan Azerbaijan, bahkan melanggar perjanjian gencatan senjata kemanusiaan.
Selama 10 hari terakhir, Armenia melanggar dua gencatan senjata kemanusiaan di Karabakh Atas. Gencatan senjata kemanusiaan baru mulai berlaku Sabtu lalu, tetapi orang-orang Armenia telah melanggarnya beberapa kali.
Hubungan antara dua bekas republik Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas. (Baca Juga: Sikap Netral Iran di Karabakh Atas Dianggap Untungkan Armenia)
Lihat Juga :