Pemberontak Myanmar Mengaku Culik Tiga Kandidat dari Partai Berkuasa

Selasa, 20 Oktober 2020 - 04:04 WIB
Komite pemilu negara itu mengatakan pada Sabtu lalu, lebih dari setengah tempat pemungutan suara (TPS) yang awalnya direncanakan di Rakhine tidak akan beroperasi lagi. Alasannya, sejumlah wilayah di negara bagian itu terlalu tidak stabil untuk pemungutan suara. (Lihat Infografis: Arab Saudi Dinilai Sukses Menjinakkan Pandemi Covid-19)

AA, yang merekrut dari mayoritas etnis Buddha di Rakhine, mengupayakan otonomi yang lebih besar untuk wilayah tersebut dari pemerintah pusat. (Lihat Video: Diduga Depresi Sekolah Daring, Pelajar Nekat Bunuh Diri)

Puluhan ribu orang telah mengungsi sejak pertempuran dimulai pada awal 2019 dan puluhan orang tewas.

Serikat Mahasiswa Arakan mengatakan empat anggotanya telah ditahan pada Senin (19/10) setelah berbaris melalui ibu kota negara bagian Sittwe memegang spanduk yang mengkritik pemerintah dan militer.

Beberapa siswa lain telah ditangkap setelah protes serupa dalam beberapa pekan terakhir.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!