UE Mengaku Terkejut dengan Aksi Pemenggalan Guru di Prancis

Senin, 19 Oktober 2020 - 15:03 WIB
Sementara itu, demo besar yang dihadiri ribuan orang terjadi di Paris, pada hari Minggu untuk mengenang seorang kematian Paty. Pejabat pemerintah, termasuk Perdana Menteri Jean Castex, serta Wali Kota Paris Anne Hidalgo dan kepala wilayah Ile-de-France Valerie Pecresse, ikut menghadiri perkumpulan massa di Place de la Republique.

Orang-orang yang berkumpul di alun-alun mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang Paty, yang diakhiri dengan tepuk tangan. Di satu titik, massa yang hampir memenuhi seluruh lapangan terlihat menyanyikan lagu kebangsaan Prancis, "La Marseillaise"

Tanda pagar (tagar) #JeSuisSamuel, #jesuisprof dan #JeSuisEnseignant juga menjadi trending topic di Twitter. Demonstrasi peringatan itu diadakan di banyak kota lain di seluruh Prancis, termasuk Orleans, Toulouse, Lyon, dan Grenoble, di mana banyak orang berkumpul di dekat kantor wali kota.

Pelaku pemenggalan sendiri tinggal bersama keluarganya di Prancis sebagai pengungsi sejak dia berusia enam tahun. Pelaku ditembak mati oleh polisi setelah pengejaran singkat. ( Baca juga: Guru Dipenggal karena Kartun Nabi Muhammad Picu Demo Besar di Prancis )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!